Jumat, 09 Maret 2012

HIMstage : Melekat di jiwa ( Kerispatih )

Siap sudah album terbaru sekaligus album ke-7 Kerispatih. Bagi Badai dan rekan-rekannya, album bertajuk “Melekat di Jiwa” ini bukan saja merupakan album album pembuktian, tapi kepastian bahwa Kerispatih masih terus hidup dengan karya-karya mereka. Tak salah jika Kerispatih menyebut album ini sebagi sebuah album luar biasa, sangat spesial dalam proses panjang penggarapannya.

“Jujur, album ini adalag hadiah bagi Mahapatih (sebutan  untuk penggemar setia Kerispatih), dan mereka yang tetap percaya kepada Kerispatih. Kami dibentuk untuk menjadi band yang semakin dewasa dan legowo dalam segala hal,” kata Badai, keyboardist sekaligus motor penggerak Kerispatih.

Album ini berisi 14 buah lagu terbaru Kerispatih dengan single perdana berjudul “Melekat di Jiwa”. Album yang covernya digarap oleh Badai ini, diawali dengan opening “Unforgetabble Journey 2003-2011”. Inilah medley 6 hits terbesar Kerispatih dengan format piano dan orkestrasi megah. Selanjutnya ada lagu “Perjuangan Belum Selesai”, “Melekat di Jiwa”, “Kau dan Dia”, “Lihat Hatiku”, “Karena Mereka Selalu Ada”, “Jangan Pergi Lagi”, “Sudah Jalan Kita”, “Mendewasakanku”, “Selalu Setia Untuknya”, “Bukan Ukuran Cinta Matiku”, “Mengalahkan Hati”, “Telah Menyesal”, dan “Kita Satu”.

Banyak hal baru yang coba dihadirkan Kerispatih lewat album ini. Pada lagu “Karena Mereka Selalu Ada” misalnya, materi yang direkam dalam  bentuk format live concert. Kerispatih tampaknya ingin menggambarkan suasana tanpa jarak dengan para penggemar mereka. Lagu ini memang secara khusus dipersembahkan Kerispatih untuk Mahapatih. Yang tak kalah menarik adalah single pertama di album ini, yakni “Melekat di Jiwa”. Lagu ini dibuka dengan prolog obrolan antara sepasang kekasih tanpa status dalam sebuah mobil. Dan obrolan pasaangan yang saling mencintai itu sengaja direkam secara live.

Tak hanya sampai di situ. Lewat lagu “Bukan Ukuran Cinta Matiku” dan “Selalu Setia”, Fandi sebagi vokalis Kerispatih dipasang berduet dengan Badai. Bahkan, pada lagu “Mengalahkan Hati”, Badai dipercaya untuk bernyanyi solo. Menurut Badai, hal ini sengaja dilakukan agar kemasan musik dan ambience album Kerispatih “Melekat di Jiwa” betul-betul berbeda dari album-album Kerispatih sebelumnya.  Album ini juga semakin kaya dengan tambahan Saunine Orchestra, Hyper Sax Brass Section dan Improptu Choir.

Sampai sejauh itu,  Badai dan rekan-rekannya tetap tak dapat melepaskan pertanyaan banyak pihak soal kemampuan Fandi memberi warna baru bagi Kerispatih paska Sammy. Soal ini, Badai mengaku membuat semua lagu Kerispatih di album ini menjadi milik Fandi  secara vokal. Kondisi ini, sekali lagi diakui Badai, terkadang membuatnya harus banyak berpikir karena perubahan bukanlah hal yang mudah. Untuk itu, Badai banyak berdiskusi dengan rekan-rekannya juga sejumlah musisi guna mendapatkan format yang tepat bagi karakter baru Kersipatih. Semua lagu dalam album ini direkam di studio Badai, dan Fandi sangat diberikan keleluasaan untuk bernyanyi lepas. Dalam konetks tersebut, Badai (keyboard dan music director), Arief (gitar), Andhika (bas) dan Anton (drum) mengambil posisi sebagai filtrasi kepada Fandi.

“Meski  untuk lebih mendapatkan soul bernyanyi, ada beberapa bagian yang masih saya direct. Tapi, Fandi cepat sekali beradaptasi dengan musik Kerispatih. Dia juga memiliki mental baja. Lewat proses yang tidak mudah, inilah yang kami perlukan sebagai sosok baru Kerispatih,” terang Badai.

NAGASWARA sendiri memasang lagu “Melekat di Jiwa” sebagai first single  di album ini dengan beberapa catatan. Lagu ini dianggap sangat berbeda dari hits-hits Kerispatih sebelumnya. Beat-nya lebih medium, temanya juga termasuk unik karena menggambarkan persoalan cinta yang tak bisa saling memiliki namun juga senang karena tidak akan kehilangan orang yang dicintai. Lagu ini jauh dari kata “mellow”, tapi tetap romantis ala Kerispatih. Secara kesluruhan, album ini menyerap energi semua personil Kerispatih saat penggarapannya. Alasan ini pula yang membuat Kerispatih menyebut “Melekat di Jiwa” bukan sekadar album biasa. (PR)


Regards,
Fahmi Wijaya
Radio Promotion
Nagaswara Music & Publishing
fahmi.nagaswara@gmail.com
musik.nagaswara@gmail.com
cp : 081310002340
pin : 233699AD
YM : fahmi_wijaya84@yahoo.com

HIMstage : Goyang demokrasi ( Hyndia )


FIRST, THERE IS HYNDIA
Nama kuno dari Indonesia yaitu HINDIA BELANDA....
Dimana pada zaman itu musik modern masuk ke Nusantara dan membawa perubahan baik di bidang musik, seni, sosial, budaya serta perjuangan. Hal ini yang menginspirasi kami memberi nama HYNDIA dengan cita-cita membuat perubahan musik di Indonesia.

HYNDIA lahir tanggal 1 Juli 2007 di Kota Purwokerto Jawa Tengah terdiri dari Dimas ( Vocal ), Aga ( Guitar ), Tuko ( Guitar ), Riki ( Bass ), Adit ( Keyboard ) dan Yayo ( Drums ). HYNDIA berupaya tidak menjauh dari pasar industri saat ini, akan tetapi HYNDIA menghadirkan ciri dan konsep yang berbeda di setiap lagu dan penampilannya. Segala bentuk peristiwa sosial saat ini kami apresiasikan lewat lagu – lagu khas dari HYNDIA oleh karena itu kami sebut musik kami adalah INDONESIAN POP.

Goyang Demokrasi, diciptakan oleh Dimas HYNDIA. Lagu ini memberikan spirit HYNDIA untuk bersama – sama berperan untuk kemajuan bangsa, di semua aspek, cinta sosial, kultural, agama dan budaya. Kami menulis lagu cinta, sosial, budaya, sejarah dan kebangsaan dari sudut pandang yang berbeda, dengan aransemen musik INDONESIAN POP khas HYNDIA. Band kami terinfluence oleh The Cure, The Killer, The ColdPlay, Pearl Jam, The Ramones, Keane, Mew, Weezer, Joy Division, dan Koes Plus.

Untuk segi perform, HYNDIA berusaha menampilkan sesuatu yang berbeda. Ada segi teatrikal yang selalu kita hadirkan dalam sebuah awal lagu yang HYNDIA nyanyikan. Semuanya menyatu sesuai spirit perjuangan dan perubahan yang HYNDIA bawa untuk perubahan Indonesia dan untuk industri musik indonesia khususnya.

Disini, disini, disini, cuma disini, republik ini…..
Bersama, bersama, bersama, bersama kami bangun Indonesia….
Dirimu dan diriku bersatu….
                                         

Artist                  : HYNDIA
Single Title         : Goyang Demokrasi
Song Writer        : Dimas HYNDIA
Genre                : Indonesian Pop
Label                 : Deteksi Records
Twitter :  @HyndiaID

Kontak  :
Wisnu Purbaya                                     
Promotion Executive
Twitter : @WisnuPurbaya
M : 081932998890                                            

HIMstage : Mengulang waktu ( Badai )

Tahun 2012 ini menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan karier bermusik Badai. Setidaknya, di awal tahun ini ada dua hal penting yang sudah dan siap dikerjakan Badai. Pertama, merilis album terbaru Kerispatih, dan kedua–ini yang paling spesial–adalah memperkenalkan single solo perdananya yang berjudul "Mengulang Waktu". Badai sebagai otak dari sejumlah proyek musik mungkin lumrah. Tapi Badai nyanyi solo, tentu menimbukan berbagai tanda tanya. Apa yang dicari Badai dengan menjadi seorang solois ?
“Harus saya akui, sebenarnya saya nggak mau menyanyi solo. Selain saya bukan penyanyi profesional, Kerispatih juga sudah cukup membesarkan nama saya.  Tapi, saya masih punya tanggung jawab proyek solo dengan NAGASWARA,” kata Badai yang tetap akan mengedepankan Kerispatih.

Meski memiliki kontrak dengan label yang membawahinya untuk menyelesaikan proyek solo, Badai tak memungkiri bahwa dirinya selalu tertantang untuk tampil sendiri. Apalagi, banyak penggemar dan rekan-rekan Badai yang juga meminta kesediaannya memproduksi dan menyanyikan lagu ciptaannya sendiri. Bahkan, saat Kerispatih mencari vokalis baru, Badai ikut ditantang untuk menjadi vokalis band yang dikomandoinya itu. Baru belakangan ini Badai mengaku punya keberanian untuk tampil sebagai penyanyi solo.

“Saya hanya berpikir kalau saya nyanyi lagu ciptaan sendiri tentu interpretasinya lebih dapat,” ungkap penyanyi yang bernama lengkap Doadibadai Hollo itu.

Single ini sendiri kuat dengan warna pop. Meski menonjolkan kekuatan konsep solo, Badai tetap memasukkan unsur band di dalamnya. Secara keseluruhan, penggarapan single “Mengulang Waktu”, Badai dibantu oleh sejumlah musisi lainnya. Untuk arranger, Badai mempercayakan kepada Imam “Pongky” Prasetyo. Sementara gitar sesion dibantu oleh Rio Felani, Agung ( drum ) – session dari Sandhy Sondoro, dan Eltrino “BNS”  ( bas ). Di lagu ini, Badai memang  tidak tidak ikut ambil bagian dalam pengerjaan musiknya. Harapannya, arranger yang dihasilkan akan berbeda dari arranger garapan Badai. Tak salah jika kemudian “Mengulang Waktu” tampil  berbeda dari karya-karya Badai yang lain, terutama konsep musikalitas Kerispatih.

“Saya ingin sesuatu yang berbeda di single solo ini. Makanya saya mau menjalaninya dan menelurkan lagu ini,” tegas Badai.

Tema lagu ini sama dengan tema lagu-lagu lain pada umumnya, yakni soal cinta. Untuk membedakannya dengan lagu-lagu Kerispatih, Badai mencoba menyanyikan lewat karakter vokalnya yang simple dan tidak dilebih-lebihkan. Meski sederhana, konsep ini dipastikan bisa memberikan keleluasan penikmat musik untuk mengapresiasi karya Badai ini. Lagu ini mengisahkan tentang seseorang yang pernah disia-siakan. Perjalanan cinta memang tak tertebak, penuh onak dan duri. Tapi tidak sepantasnya kita menyia-nyiakan atau menghianati pengorbanan cinta seseorang.

“Saya berharap single ini bisa diterima oleh pecinta musik Tanah Air, dan bisa menjadi satu referensi perjalanan karier bermusik saya,” terang Badai. (PR)


Regards,
Fahmi Wijaya
Radio Promotion
Nagaswara Music & Publishing
fahmi.nagaswara@gmail.com
musik.nagaswara@gmail.com
cp : 081310002340
pin : 233699AD
YM : fahmi_wijaya84@yahoo.com

HIMstage : Florenthia ( Petrichor )

Nama Petrichor diambil dari bahasa Yunani, yang artinya aroma hujan ke bumi yang kering. Senyawa Petrichor menimbulkan wewangian segar.  Turunnya hujan memiliki kemampuan untuk meresonansikan ingatan manusia di masa lalu, sehingga banyak orang bilang “ i love the smell after the rain ”. Penggalan kata diatas kiranya menjadi harapan dari musisi ini dalam berkarya, sehingga menghasilkan  karya yang dapat menghadirkan kesegaran bagi pencinta musik.
Sempat tergabung dengan beberapa Band diantaranya Samboza, Line X, Pena, Rookie, d’option dan Seltic. Kualitas vocal dan performance nya pernah diakui sebagai yang terbaik di ajang festival Band di wilayah bogor di Universitas Pakuan ( 2003 ). Adalah seorang “ADEL” sebagai Vocalis dan song maker yang memiliki inisiatif untuk merampungkan project “Petrichor”.
Pilihan partner gitar untuk melengkapi harmonisasi musik ini adalah “SANGAJIE” seorang yang menjatuhkan pilihannya untuk menjadi seorang gitaris profesional. Sederetan pengalaman sudah dikantongi, awalnya dulu sempat mengiringi musisi senior Deddy Dukun, kepiyawaiannya dalam bergitar membawa dia untuk tetap dipercaya menjadi additional player diantaranya : Indonesia Idol, Idola Cilik, Terry, Ferdy Tahier, Maribeth, Bebby Romeo Hingga sederet seniman musik lainnya. Sangat mencintai Blues, dan Beattles..
Siapa kira bahwa seniman seniman ini merupakan pengamen yang acap kali tampil dari café ke café, music yang mereka bawa sangat ringan, selain membawakan lagu lagu karya mereka, mereka pun membawakan lagu lagu lainnya, meski lagu yang dipilih merupakan lagu lagu yang diantaranya terbilang keras dan berdistorsi, mereka sulap menjadi lagu lagu akustik dengan balutan blues. Seperti diantaranya Nirvana, Aerosmith, Metallica, atau 4 Non Blondes, Marley, hingga Iwan Fals.
Hingga pada akhirnya PETRICHOR bertemu dengan sebuah Minor Label “Abid Production” yang akhirnya digarap di L-B4 Music Studio yang berada di wilayah Cibubur Jakarta timur. Balutan musik berwarna Accoustic Guitar, dengan nuansa POP, dengan sedikit aroma "BLUES".
Untuk single pertama  "FLORENTHIA", lagu ini sangat sejuk dan kental dengan "Rasa, Romance, Cinta" saat seorang anak manusia mencoba meyakinkan pasangan maupun sahabatnya, bahwa dengan segala kesungguhan hati dia akan selalu ada untuk melindungi, menjaga serta menuntunnya.

Ini adalah sekelumit mengenai Petrichor, mulai dari essensi nama Petrichor hinga nama itu menjadi inspirasi bagi kami. Misinya sangat sederhana, yaitu kami bermain musik sebagai bentuk apresiasi kejujuran dan kehidupan dari kami untuk semua. sangat disyukuri bila akhirnya Petrichor sendiri bisa memberikan kesejukan dan kesan yang mendalam sesuai dengan namanya : “Petrichor”.


Contact                         : Afif Haidir  / Apiptea alief
Num                             : 08121030501 /  08 212 4030 636
Email                            : apiptea@yahoo.com
L-B4 Music Studio       : Perum Bukit Permai Jl. Lawu Blok B9 No 4, Cibubur Jakarta timur ( 021 8714764 )
FB                                : Band Petrichor, L-B4 Music Studio
Twitter : @apiptea
pin 2629ED7A

Video / Link :   
http://www.4shared.com/mp3/dMvnkQwv/PETRICHOR_-_Florenthia.html

HIMstage : Sayangku ( The Virgin )

Setelah meraup sukses besar dengan sejumlah single mereka seperti “Cinta Terlarang”, “Belahan Jiwa”, “Love ½ Mati”, The Virgin akhirnya menelurkan album perdana mereka yang diberi judul “Yes I Am”. Lewat album ini, duo yang dimotori oleh Dara ( vokal ) dan Mita ( gitar/vokal ) memajukan single “D.N.C ( Demi Nama Cinta )” sebagai jagoan. Sebelum album ini dirampungkan, The Virgin sudah merilis single “D.N.C ( Demi Nama Cinta )” sejak awal tahun 2011. Secara keseluruhan, 8 lagu yang terdapat dalam album “Yes I Am!” ini diciptakan oleh Mita. Sementara single “Cinta” adalah nomor recycle yang sempat dipopulerkan Vina Panduwinata pada tahun 1986.

“Alhamdulillah! Itulah kata pertama yang berkali-kali diucapkan aku dan Dara menyusul dirilisnya album ini. Meski single-single kita sudah diterima dengan baik, namun sebagai musisi, kita tetap berharap punya album,” kata Mita mengomentari album perdana mereka.

Bagi Dara dan Mita, proses penyelesaian album ini terhitung gampang-gampang susah. Pasalnya, mereka hanya butuh sedikit waktu untuk melengkapi album yang sudah diawali dengan 4 nomor populer. Namun, jadwal manggung dan tour yang padat, mau tak mau membuat penyelesaian album ini sedikit terhambat. Selain single daur ulang “Cinta”, The Virgin melengkapi album “Yes I Am” dengan 4 nomor baru, yakni “Di Sini”, “Maaf, Aku Mencintaimu”, “Cuma Kamu”, dan “Sayangku”. Selain “Cinta” yang diciptakan Adjie Soetama dan mendiang Chrisye, 8 lagu dalam album ini diciptakan oleh Mita.

Tak jauh berbeda dari sejumlah single yang telah mengangkat nama mereka, album “Yes I Am” memang dikonsep sesuai keberadaan The Virgin, yakni ngerock ala cewek. Namun yang menarik disimak dalam album ini adalah upaya The Virgin menyanyikan ulang single lawas “Cinta”. Mudah ditebak, Dara dan Mita memang menyimpan kekaguman yang mendalam kepada Vina Panduwinata dan dua nama besar yang menciptakan lagu ini. Alasan ini pula yang membuat The Virgin meramu kembali single “Cinta”,  dengan rasa ngerock mereka. Lebih dari itu, penyelesaian album ini tentu saja tidak lepas dari campur tangan Ahmad Dhani yang menjadi kreator sekaligus mentor mereka.

“Kita banyak berutang kepada Mas Dhani, tim RCM ( Republik Cinta Manajemen ) dan NAGASWARA yang tak pernah berhenti mensuport kehadiran kita di Industri musik Tanah Air. Terimakasih,” kata Dara.

Kehadiran The Virgin, nyata memberi warna berbeda dalam gelagak dunia musik Indonesia. Dara dan Mita disatukan oleh Ahmad Dhani pada tahun 2008 dalam sebuah group bernama The Virgin. Sebelumnya, Dara dikenal bos RCM itu lewat ajang pencarian bakat “Mamamia Show” Indosiar. Sementara Mita adalah gitaris The Rock Indonesia yang sering tampil sepanggung bersama Ahmad Dhani.

Single perdana The Virgin berjudul “Cinta Terlarang” yang dilepas ke pasaran tahun 2009, meledak dan menjadikan duo ini sebagai salah satu idola pecinta musik Tanah Air. Single ini sendiri kemudian dimasukkan ke dalam album kompilasi “New Beginning 09”, dan menjadi pintu sukses The Virgin dengan berbagai penghargaan serta pencapaian rekor RBT yang cukup fantastik. (PR)


Regards,
Fahmi Wijaya
Radio Promotion
Nagaswara Music & Publishing
fahmi.nagaswara@gmail.com
musik.nagaswara@gmail.com
cp : 081310002340
pin : 233699AD
YM : fahmi_wijaya84@yahoo.com

HIMstage : Sudahi saja ( Email Band )

Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi, cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Orang bisa tertawa karena cinta, menangis karena cinta, gila dan bersikap aneh karenanya, namun ada juga orang yang justru menjadi luar biasa karena cinta.
Sudahi saja merupakan kalimat yang paling tidak disukai, khususnya dalam setiap hubungan percintaan. Pada Hit single pertama Sudahi saja ini, EMAIL ingin mengungkapkan perasaan kecewa terhadap kekasihnya yang sebenarnya tidak mencintainya.
Band ini dulu bernama Raina Project tetapi sekarang resmi berganti nama menjadi "EMAIL" terdiri atas lima orang personil : Rebecca ( vokal ), Cika ( gitar ), Naya ( bass ), Noey ( drum ), dan Bagus ( gitar ).
Lirik yang sederhana dengan keseharian dan aransemen yang bisa disebut pop glamour serta sentuhan distorsi gitar yang menambah nuansa rock, diyakini mereka akan menambah warna baru dalam blantika musik Indonesia bahkan dunia seperti mimpi mereka.Pada akhirnya Semoga Single Sudahi saja dari EMAIL ini dapat diterima disetiap hati para temen-temen media tercinta dan pendengar kelak serta memberikan yang terbaik untuk semua .... Amin...


WayBe Music Indonesia
Menara Imperium LG. 38, Jl. HR Rasuna Said Kav.1
Kuningan - Jakarta Selatan
Telp: 021 - 8315021 / Fax: 83707512
CP: Chandra - 08561190899

HIMstage : Aca aca nehi nehi ( Dadido )

Diantara gempuran demam boys dan girls band, Dadido Band hadir sebagai pendatang baru, yang siap menembus hegemoni  dan dominasi Boys dan Girls band tersebut. Di bulan pembuka tahun 2012, Dadido merilis single perdananya berjudul “Aca Aca Nehi Nehi”.  Hadir dengan konsep warna musik pop ringan dalam sentilan lirik nakal, Dadido bisa menjadi leader dalam menciptakan trend musik baru di tahun ini. Dalam kesederhanaan musik yang mereka tawarkan, Dadido menjunjung tinggi kejujuran dalam berkarya. “Single ini saya buat sebagai gambaran nyata, yang mewakili kehidupan masyarakat kebanyakan, artinya dalam single ini saya mengedepankan nilai kesederhanaan dan kejujuran”, ungkap Grey memberi penjelasan tentang single tersebut.

Band yang memproklamirkan diri terbentuk pada tanggal 19 Desember 2009, berawal dari pertemanan para personilnya di bilangan kota Bekasi. Dalam kesamaan hobi dan idealisme, akhirnya kelima anak muda ini sepakat membentuk sebuah group band. Beberapa kali sempat berganti nama, hingga atas saran bos NAGASWARA Bpk Rahayu Kertawiguna, akhirnya diberi nama Dadido. Dalam usianya menginjak tahun ketiga di jagat musik Tanah Air, Dadido berpersonilkan Grey ( Gitar ), Blake ( Drum ), Daenk ( Keyboard ), Zee ( Vocal ), Ocha ( Gitar ).

Nama Dadido dalam filosofinya bermakna jadi nomor satu. “Menurut Bpk Rahayu, nama Dadido diambil dari kata “Dadi” yang dalam bahasa jawa berarti jadi, dan kata “Do” yaitu nada ke satu dalam susunan tangga nada, jadi filosofinya nama Dadido itu berarti menjadi nomor satu”, terang Grey menjelaskan makna nama bandnya.

Single “Aca Aca Nehi Nehi” mengusung genre musik Pop kreatif. Di single ini seluruh personilnya sangat cermat dalam menentukan komposisi musik, sehingga single ini begitu dengan mudah, bisa dicerna bagi siapa saja yang mendengarkannya. Tidak bermaksud menjiplak, atau meniru, dari beberapa group band yang sudah lebih dahulu eksis di jalur musik serupa, Dadido berpendapat, beberapa unsur kesamaan yang ada itu adalah karena kebetulan saja. “Yang jelas, kami hanya ingin menyajikan musik yang simple, ga terlalu ribet, tapi tetap mempunyai warna tersendiri, biar saja orang menyamakan musik kami dengan musik dari group band lainnya, namun, kami yakin musik kami mempunyai karakter yang sangat kuat dan tidak bisa disamakan dengan lainnya”, ungkap Grey. 

Menilik perjalanan Dadido hingga sampai saat ini, kurang lebih sama seperti perjalanan group band lainnya, sarat dengan perjuangan. Hingga akhirnya sosok Aay dan Nanda pemilik studio tempat mereka latihan, yang menjembatani dengan pihak NAGASWARA. “Alhamdulilah, ternyata single “Aca Aca Nehi Nehi”  yang kami tawarkan, diterima oleh Bpk Rahayu, semoga saja single ini bisa diterima dengan baik oleh masyarakat pecinta musik di Tanah Air”, harap Grey.***(PR)


Regards,
Fahmi Wijaya
Radio Promotion
Nagaswara Music & Publishing
fahmi.nagaswara@gmail.com
musik.nagaswara@gmail.com
cp : 081310002340
pin : 233699AD
YM : fahmi_wijaya84@yahoo.com

Sabtu, 03 Maret 2012

HIMstage : Lupakan mantan ( Vidi Aldiano )

“Aku bukanlah dirinya, dia bukan lah diriku. Jangan pernah membandingkan aku dan dia”.

Vidi Aldiano merilis single ketiga berjudul Lupakan Mantan, dari album keduanya: Yang Kedua. Lagu Lupakan Mantan diciptakan oleh Bemby Noor, musiknya up beat dengan melodi gitar bercampur beat-beat techno. Tidak terlalu up-tempo, tapi sangat fun dan energic sesuai dengan temanya: permintaan untuk melupakan mantan tanpa harus mellow.

Lagu Lupakan Mantan ini bercerita tentang seseorang yang merasa tidak suka dibandingkan dengan mantan kekasih. Jika memulai hubungan, tidak selayaknya membawa-bawa hubungan lain yang telah berlalu apalagi sampai membandingkan pacar yang sekarang dengan mantan.

“Ada wisewords seperti ini: Don’t carry a baggage from your past relationship into your present relationship, unless you want it to be a short trip. Nah, termasuk jangan pernah membawa-bawa hal apapun tentang mantan untuk dibicarakan ke pasangan yang sekarang. Apalagi sampai membanding-bandingkan. Aku sendiri sih, menghindari hal itu yah dalam berpacaran” ungkap Vidi.

Melalui lagu Lupakan Mantan, Vidi ingin menyampaikan pesan bahwa ada baiknya masalah ‘membandingkan mantan dengan kekasih’ itu sebaiknya disampaikan ke pasangannya. Dan it’s ok untuk bilang bahwa sang mantan dengan kekasih yang sekarang itu bukanlah orang yang sama. Cerita tentang mantan terus-menerus kepada pasangan yang sekarang itu bisa membuat kesal. Semua orang pasti ingin menjadi yang terbaik untuk pasangannya.


Kontak : IPAM
081380040848
@ipamhostel @ipamutter

Trinity Optima Production
Jl. Hayam Wuruk No. 58. Jakarta 11160, Indonesia
Telp. +62 21 6012700 Fax. +62 21 6014644
Follow Us    :   @TrinityOptimaP @vidialdiano   
Fan Page    :   TrinityOptimaP , Vidi-Aldiano
Website   :   www.trinityproduction.com    
WAP  :    kampungseleb.com

HIMstage : Have some fun ( Pop The Disco )

Duo ini tak hanya bernyanyi, mereka juga memainkan alat musik. Yang satu meraung gitar yang lainnya mendentam bass. POP THE DISCO adalah the real girlband, gadis-gadis yang bermain band.

Adalah FIA dan SARA, dua cewek yang bukan orang baru di industri musik. Fia adalah gitaris dan penyanyi solo yang sempat menelurkan album, juga pencipta lagu yang cukup dikenal. Sementara Sara adalah bassist yang cukup banyak terlibat dengan nama-nama besar musik tanah air, diantaranya menjadi bass-player untuk Superband, bentukan Aria Baron, Keduanya bertemu dalam band proyek bernama Thinkerbelle.

Pertemuan Fia dan Sara melahirkan kedekatan dalam bermusik. Dari bermain bersama hingga mencipta lagu bersama, mereka kemudian menemukan satu formula yang bisa merepresentasikan musik keduanya. Maka lahirlah POP THE DISCO.
Duo cewek yang memainkan musik senang-senang dalam aliran yang mereka sebut pop rock electro fun. Banyak terinspirasi dari band-band cewek diantaranya The Runaways dan Thing Things, yang kemudian tercermin dari lagu-lagu Pop the Disco.

Seluruh lagu dan musik digarap berdua. Fia membuat lagu Sara menulis lirik atau sebaliknya. Fia sendiri tercatat sebagai pencipta lagu pop yang cukup populer diantaranya lagu “Resah Tanpamu” yang dinyanyikan Titi Kamal. “Tapi bersama Pop the Disco aku membuat lagu yang jauh berbeda dari lagu-lagu ciptaan aku sebelumnya,” kata Fia.

Selama tiga bulan belakangan  Fia dan Sara menggarap lagu bersama-sama di studio mereka. Kemampuan keduanya dalam berkarya telah menghasilkan beberapa lagu yang sedang dalam proses penggarapan. “Semuanya kami lakukan berdua di studio,” kata Sara. Untuk urusan tehnis juga dilakukan berdua misalkan mengoperasikan perangkat rekam. Bahkan pengisian drum dilakukan sendiri oleh Fia.

Itulah hal menarik dari dua gadis ini. Selain bernyanyi, kemampuan musikalitas yang mereka miliki merupakan modal dalam menembus industri musik tanah air. Pop the Disco adalah the real girlband. Gadis-gadis multi instrumentalis dengan kemampuan vokal yang mumpuni.  Simak kemampuan mereka itu dalam debut single “Have Some Fun” yang baru saja di-rilis ke radio-radio tanah air.


Artis     : POP THE DISCO
Single   : Have Some Fun (cipt: Fia dan Sara)
Label    : iniopa Production / AYO Records

More info:
@andreOPA
Email    : andre.sumual@gmail.com
Phone   : 08161161874 / 021-99097272

Andre J.O Sumual
Editor in Chief TRAX Magazine
Jl Biliton No.7A Menteng, Jakarta 10350

Follow: @andreOPA,
YM: iniopa
FB : Andre 'Opa' Sumual
www.kabardariopa.info

Manager to:
The Titans - Antik - Pesta - Thinkerbelle
IniOPA Music Management & Promotion
+628161161874 / +622199097272 / +6281385566545 / +62818186669

HIMstage : Ku jatuh cinta ( Rieka Roslan Feat. Emil Dardak )

Siapa yang tidak kenal dengan Rieka Roslan...
Sosok yang sudah berkecimpung begitu lama di industri musik Indonesia, dengan suara dan gaya yang sangat khas, Rieka merupakan salah satu vokalis wanita yang cukup mendapat tempat di hati para penikmat musik Indonesia.

February 2012 ini Rieka Roslan merilis sebuah album solo terbarunya yang berjudul “RENDEZVOUZ”..

“Hidup itu pertemuan, antara diriku dengan semua ciptaan Tuhanku. Alam semesta dan isinya, keindahan, bebunyian dan perasaan. Hatiku merasa, pikiranku menyimpan nada, cerita dan lirik. Terjadilah keinginan, kesempatan dan keberanian menjadi apa yang aku pikirkan, aku rasakan ‘rendezvous'”, itulah ungkapan Rika untuk menggambarkan album terbarunya tersebut.

Untuk 1st single sekaligus lagu andalan dari album ini adalah sebuah lagu catchy easy listening berjudul “KU JATUH CINTA”.

Lagu ‘Ku Jatuh Cinta’ dibawakan Rieka bersama penyanyi muda Emil Dardak, lagu ini diaransemen oleh sahabat Rieka sendiri Arie Firman, Ari adalah sosok yang sudah begitu mengenal apa yang ingin sampaikan Rieka melalui lagu.


Released by : Platinum Records
Contact :
Dio 0817337948 diotarra@gmail.com (Radio promotion )
Freddy ( TV promotion )
Theo 0818 90 1414 rajahanakin@gmail.com

PT. INOVA DIGIMEDIA member of Tarra Group
PLATINUM & CATZ RECORDS
Jl. Pesanggrahan Raya No. 17, Kebon Jeruk – Jakarta Barat 11620 Indonesia
telp +62 21 584 7861 (hunting) fax +62 21 586 4411 & +62 21 5853617

HIMstage : Rahasia besar ( Govinda )

Sukses lewat single “Bawa Aku Lari” dan “Simpananku” yang diambil dari album “Rahasia Besar”, band GOVINDA kembali memperkenalkan single ketiga mereka,  “Rahasia Besar”. Sebenarnya, single ini rencananya akan dipasang sebagai nomor perdana di album “Rahasia Besar”. Namun karena beberapa pertimbangan, lagu “Rahasia Besar” justru dilepas sebagai single ketiga di album berjudul sama. Awal Januari lalu, GOVINDA juga sudah menjalani syuting untuk video klip single “Rahasia Besar”.

Dibanding dua singlenya terdahulu, “Rahasia Besar” hadir dengan konsep musik yang sangat mellow. Ini jelas bertolak belakang dengan gaya mereka menyajikan “Bawa Aku Lari” yang sangat up beat. Di single kedua, “Simpananku”, GOVINDA tampak menurunkan tempo. Boleh jadi, single “Simpananku” menjadi interval menuju “Rahasia Besar” dengan petikan gitar dan balutan strings yang dramatis.

“Sebenarnya kita ingin memberi banyak warna dalam bermusik. Kita tidak ingin tampil seragam. Makanya lagu-lagu GOVINDA bisa menjadi pilihan,” ujar Ade, gitaris GOVINDA memberi alasan.

Patut dicatat, single ketiga GOVINDA ini masih mengusung tema lagu yang  tak lazim. Dalam lagu “Bawa Aku Lari” misalnya, GOVINDA menggambarkan perselingkuhan sebagai sebuah pembebasan dari hubungan monogami yang sudah membosankan. Kisah yang kurang lebih sama, juga dipaparkan GOVINDA lewat single “Simpananku”. Persis dengan judulnya, GOVINDA mengatakan lebih mencintai simpanannya melebihi sang pacar. Sementara pada lagu “Rahasia Besar”, perasaan cinta yang tersimpan jauh di lubuk hati, mereka ungkapkan sebagai “sebuah Rahasia Besar” yang siap dibuka kepada si pujaan hati.

Menurut Ade yang menciptakan lagu ini, “Rahasia Besar” adalah kisah pribadinya. Meski demikian, semua orang pasti punya rasa serupa dan cara tersendiri dalam mengungkapkan perasaannya. Lagu ini memiliki kisah khusus bagi personil GOVINDA. Ade mengungkapkan, “Rahasia Besar” adalah lagu pertama yang mereka ciptakan saat mulai menggarap album perdana mereka di NAGASWARA. Sejak awal, mereka telah persiapkan single “Rahasia Besar” sebagai nomor jagoan di album “Rahasia Besar”.

“Ternyata setelah berembuk dengan Pak Rahayu, kita sepakat memilih ‘Bawa Aku Lari’ terus ‘Simpananku’, dan lagu ini,” ungkap Ade.

GOVINDA band adalah metamorfosa dari band bernama DOMINO. Perubahan nama dengan label NAGASWARA, cukup membuat band yang digawangi oleh Ifan ( vokal ), Ade ( lead guitar ), Izal ( rhytym guitar ), Lucky ( bas ) dan Jeje ( drum ) harus berjuang habis-habisan dalam mempertahankan eksistensi mereka. Beruntung, langkah menghadirkan single “Bawa Aku Lari” sebagai motor imej baru mereka, tidaklah salah. Lewat lagu ini, nama GOVINDA kembali dikenal dan diperhitungkan di blantika musik Tanah Air. Sementara, menyebut nama Ade, juga tidak dapat dilepaskan dari beberapa hits yang diciptakan kepada sejumlah penyanyi besar. “Kita bersyukur, semua berjalan sesuai harapan. Mudah-mudahan, single ini juga bisa diterima dengan baik,” harap Ade. (PR)


Artis     : GOVINDA
Single   : “Rahasia Besar”
Cipt.     : Ade “GOVINDA”
Label    : Big Indie NAGASWARA
Release : Januari 2012
@Nagaswaramusik @Nagaswara_Id

HIMstage : Apa yang terjadi ( Anonymous )

Setelah sepuluh tahun bersama, Anonymous Band yang berasal dari kota Bandung ini beranggotakan Nandi ( Vocal ), Yuyu ( Gitar ), Toni ( Bass ) dan Hendri Ai ( Drum )  telah membuktikan kekompakan yang solid dalam bermusik.
 
Anonymous : tanpa nama, tidak diketahui namanya, pada prinsipnya Anonymous merupakan suatu pertanyaan. Mengapa kami memilih nama Anonymous: setiap langkah dalam hidup akan dihadapkan pada suatu pertanyaan. Band kami merupakan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Oleh karena itu lambangnya “?”, ujar Yuyu dan Toni.

“Dimana rasa cinta ….. Tak kulihat disana ………. Dimana rasa sayang ….. Tak kudengar kau ada ……"     

Di awal tahun Naga Air ini Anonymous Band meluncurkan single perdana mereka yang berjudul “Apa Yang Terjadi”.  “Lagu ini bercerita tentang rasa cinta yang hilang. Realita kejadian yang terjadi dimana rasa cinta terhadap sesama manusia sudah memudar. Ketika cinta diabaikan dan akan timbul pula hal -  hal yang ironis, maka timbul pertanyaan dari dalam hati personil  Anonymous band dimana dan kemanakah CINTA?”, ujar Nandi sang vokalis.                                                                                                                                                                                                                      

Anonymous Band mengusung genre musik Pop Rock  yang banyak dipengaruhi band-band seperti U2, Pear jam, Audio slave, 30 Second to Mars, Extreme, Rolling Stones, Third Eye Blind, Goo Goo Dolls, Muse, dan My Chemical Romance.  Influence band-band besar tersebut  terdengar sangat kental dalam lagu ini.

Dengan lagu ini, Anonymous Band ingin mengajak kita kembali menumbuhkan rasa cinta terhadap sesama sehingga tidak ada lagi penindasan dan ketidakadilan di bumi Indonesia. “Kami band yang idealis realistis” tutup Henri Ai penabuh drum.

Contact  :
Okie Lepap
Times Artis Management
0858.8578.6711
@okielepap @times_artis