Sabtu, 14 Desember 2013

HIMstage : Sayap pelindungmu ( The Overtunes )

TheOvertunes adalah tiga bersaudara terdiri dari Mikha Angelo (16), Reuben Nathaniel (17), dan Mada Emmanuelle (19) yang terbentuk pada tahun 2010. Muda, keren, menguasai alat musik, dan mempunyai jejaring kuat di media sosial menjadikan TheOvertunes band yang saat ini hit di kalangan anak remaja.
 
Nama TheOvertunes tidak lepas dari kepopuleran salah satu personilnya, Mikha Angelo. Kemunculan Mikha di musim pertama X-Factor Indonesia menjadi salah satu tanda bahwa kualitas anak muda ini layak di perhitungkan. Seketika nama Mikha menjadi fenomena tersendiri seiring dengan kemunculannya yang selalu mempesona penonton dan juga para Juri X-Factor.
 
Terhenti di 4 besar, tidak lantas membuat perjalanan Mikha berhenti begitu saja. Bersama kedua kakaknya, Reuben Nathaniel dan Mada Emmanuelle, mereka meneruskan mesin TheOvertunes dan siap mewujudkan mimpi besarnya di dunia musik.

Lahir dari keluarga pecinta musik, tiga bersaudara ini sudah dikenalkan musik oleh orang tuanya sejak dini. Mulai dari les piano, belajar musik tradisional, main gitar, hingga ngeband mereka lakonin. Tak heran jika mereka mempunyai passion yang besar di musik. Beranjak remaja, mereka pun mulai menjajal kemampuan di panggung pensi (pentas seni) sekolah, kegiatan gereja, dan festival musik. Konsep musik yang mereka usung adalah acoustic/country dengan dominasi instrumen gitar.

Awalnya mereka membawakan lagu-lagu dari John Mayer, Justin Nozuka, hingga Poema. Sejalan dengan meningkatnya jam terbang, mereka pun membawakan lagu-lagu sendiri saat manggung. Tak hanya menyanyi, mereka juga belajar hal-hal yang terkait di industri seperti menulis dan mengaransemen lagu, seni manggung, dan yang tak kalah penting adalah bagaimana menyebarkan karya mereka ke publik. Pendek kata, di usia yang masih belia, mereka sudah belajar dengan serius layaknya seorang profesional.
 
Di era digital ini, tak dipungkiri bahwa media sosial menjadi media yang ampuh untuk berpromosi. Dalam waktu singkat TheOvertunes mendapatkan pengakuan publik. Loyal fans terbentuk dan bertambah dari waktu ke waktu. Tunist, demikian sebutan untuk penggemar, menjadi bagian yang tidak dipisahkan dari TheOvertunes.

“Kami beruntung mempunyai fanbase Tunist yang solid dan selalu mendukung kami. Hubungan kami akrab, mereka bagian dari keluarga besar kami. Keberadaan mereka membuat kami semakin bertanggung jawab untuk tampil lebih baik lagi,” ungkap Mikha dan diamini oleh Reuben dan Mada.

Keikutsertaan Mikha di X Factor Indonesia semakin mendongkrak popularitas TheOvertunes. Bahkan TheOvertunes didaulat untuk tampil di panggung X Factor, menginterpretasikan lagu rock yang terkenal berjudul Mungkin Nanti. Pujian mengalir dan berimbas pada meroketnya nama mereka secara viral di media sosial. Tak lama setelah Mikha tereliminasi dari X Factor Indonesia, mereka langsung mendapatkan kontrak dari Sony Music. Bergabung dengan major label memberikan kesempatan pada mereka untuk lebih mengeksplorasi potensi yang ada pada mereka.

“Kita sangat excited untuk belajar, apalagi teknologi membuka banyak kesempatan pada kami untuk menyerap banyak ilmu. Tapi semua ini kita pelajari ngalir saja, jadi tetap have fun,” jelas Reuben.

EP Album – Sayap Pelindungmu
Kiprah TheOvertunes ditunjukkan dengan dirilisnya karya perdana mereka, sebuah EP ( Extended Play ) atau yang biasa dinamakan mini album bertajuk Sayap Pelindungmu. EP ini resmi diluncurkan pada 4 Desember 2013. Dikemas dengan artwork bergaya hip dan urban, menampilkan dua track yaitu Sayap Pelindungmu ( Centre Of Gravity ), dan Soulmate ( dalam dua versi ). Sayap Pelindungmu adalah ciptaan musisi terkenal Ben Earle dan Daniel Neil McDougall. Aslinya lagu ini berjudul Centre Of Gravity, yang kemudian diadaptasi ulang oleh TheOvertunes sendiri.
 
Lagu ini mempunyai cerita unik saat proses pembuatan liriknya. Mereka kebingungan mencari kata yang tepat sebagai judul dan isi lagu ini. Saat kehabisan ide, datang usulan dari sang Mama untuk memakai kata Sayap Pelindungmu. Setelah diresapi, dua kata ini memang yang paling cocok mewakili lagu ini, karena maknanya bisa universal. Yang menariknya, ada tanda khusus diantara mereka dan para Tunist yaitu dengan menautkan kedua ibu jari dan dikepakkan seperti sayap burung.


Lagu Soulmate yang diciptakan oleh Aries Noor adalah lagu yang dibawakan Mikha dan masuk dalam album kompilasi X Factor. Lagu dengan gaya pop ini dibawakan ulang oleh TheOvertunes dengan versi akustik. Hasilnya lebih keren dan akrab di telinga pendengar. Di lagu ini membuktikan bahwa Mikha tidak hanya piawai menyanyi tetapi juga memainkan gitar.
 
 
Terpilih Sebagai Artist Pertama di Indonesia

Dengan dukungan Tunist yang begitu solid, dan juga kegiatan viral melalui media sosial yang begitu kuat ( beberapa kali menjadi Trending Topic di twitter ), semakin memperkuat nama TheOvertunes dan membuahkan hasil yaitu didaulatnya mereka sebagai Fender Artist pertama di Indonesia.

“Asia Tenggara adalah pasar musik yang penting bagi Fender. Dan kami bangga dapat bekerja sama dengan salah satu artis berpotensi Sony Music Indonesia. TheOvertunes adalah band bersaudara yang tumbuh pada era dimana musiknya sejalan dengan Fender. Jenis musik terus berubah dari jaman ke jaman dan produk Fender terus mendukung dan menginspirasi musisi di seluruh dunia. Mengapa Fender memilih Mikha, Reuben dan Mada? Karena musik mereka unik yaitu musik yang eklektik, campuran dari musik folk dan pop, dan dibawakan secara khas oleh mereka,” jelas Graham Perkins – Director for Market Development, Asia.

Sayap Pelindungmu ini baru awal perjalanan TheOvertunes, tetapi mereka percaya bahwa kepakan sayap mereka akan membawa mereka pada pengalaman-pengalaman baru yang lebih luas. Keinginan mulia mereka untuk memberikan kontribusi positif pada dunia melalui musik perlu kita dukung dan apresiasi.

Mikha Angelo
Twitter : @Angelo_Mikha
Mikha Angelo ( Lahir 8 November 1997 ) adalah vokalis utama TheOvertunes. Dalam band, Mikha juga memainkan instrumen musik dari guitar dan piano sambil bernyanyi. Mikha adalah anak ke 3 dari 4 bersudara keluarga Brahmantyo. Berusia 15 tahun, Mikha sudah masuk sebagai salah satu mahasiswa audio engineering, kuliah di SSR Jakarta. Nama Mikha Angelo sendiri mulai populer sejak awal tahun 2013, dimana ia mengikuti ajang televisi X-Factor Indonesia dan berhasil lolos empat besar. Tunist pencinta Mikha Angelo menyebut diri mereka sebagai Djimbas.

Mada Emmanuelle
Twitter : @MadaEmmanuelle
Mada Emmanuelle ( lahir 2 Juni 1994 ) adalah bassist utama TheOvertunes. Mada mengawali bermusik dengan bermain piano dan drum, sebelum akhirnya beralih ke bass. Saat ini Mada sedang mengambil kuliah jurusan arsitektur di Universitas Binus Jakarta. Tunist pencinta Mada Emmanuelle menyebut diri mereka sebagai Madness.

Reuben Nathaniel
Twitter : @Reu_nathaniel
Reuben Nathaniel ( Lahir 10 Oktober 1996 ) adalah gitaris utama di TheOvertunes. Selain bermain gitar, anak ke dua dari 4 bersaudara ini juga bisa bermain bass dan piano. Saat ini, Reuben sedang mengambil kuliah managemen bisnis di Unisadhuguna International College, Jakarta. Tunist pencinta Reuben Nathaniel menyebut diri mereka sebagai Reulettes.
 
 
Untuk informasi lebih lanjut:
Sony Music Entertainment Indonesia
JL. Johar no. 13, Jakarta Pusat.
Artis Management : deby.debra@sonymusic.com
Info from :
@SonyMusicID | @nabiltaufik

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar