Jumat, 04 Juli 2014

HIMstage : Lain waktu ( Abenk Alter )


Atas dasar kecintaannya terhadap seni, Abenk Alter, musisi / visual artist mencoba mengeksplorasi dirinya lewat kreasi seni, lewat debut singlenya, “Lain Waktu”.
 
Di ranah seni, baik musik, tari, seni rupa, visual dan lainnya, semua bermuara dari eksoplorasi rasa. Bagaimana seseorang seniman, menangkap rasa yang kemudian mentransfer rasa itu dan mengeksplorasinya dalam pelbagai bentuk, dari tarian, visual, juga musik.
 
Meet Rizqi Ranadireksa, atau yang dikenal dengan Abenk . Selama 10 tahun, bagi insan musik Indonesia yang pernah mengenalnya,  Abenk dikenal sebagai vokalis dari grup band Soulvibe.  Sejak pengunduran dirinya tanggal 1 Mei kemarin,  Abenk, yang kini menjadi Abenk Alter, kian memantapkan dirinya untuk berjalan sendiri, belajar untuk lebih mencintai seni yang telah membentuk dirinya menjadi seperti sekarang ini.
 
“Saya dibentuk dari seni, terutama musik, saatnya saya mencari dan mengeksplor dunia yang saya geluti secara lebih serius dan mendalam, “ungkapnya tentang dirinya sekarang.
 
Menyebut dirinya sebagai The Art Explorer, Abenk Alter adalah gabungan dari beberapa entitas unik. Ia adalah satu dari sekian banyak nama besar lainnya yang menggeluti “dunia dunia” yang dahsyat ini.  Musisi juga visual artist. Kita mengenal John Lennon, musisi dunia yang juga gitaris The Beatles yang juga terkenal karena karya ilustrasinya, Freddy Mercury, vokalis dari Queen, yang juga terkenal dari karya-karya di cover album Queen, stage performance juga kostum bagi Queen. Dan daftar terus berlanjut:  Bob Dylan, David Bowie, Joni Mitchell, sampai Courtney Love, Fiona Apple sampai Marilyn Manson, adalah beberapa nama unik lainnya.
 
Di Indonesia, Aprilia Apsari, Saleh Husein ( White Shoes and the Couples Company ), Sir Dandy ( Teenage Death Star ), Narpati Arwangga (om Leo) dan  Henry Foundation ( Goodnight Electric ), Jimi Multhazam ( The Upstairs/MORFEM ), Arian13 ( PUPPEN, Seringai) adalah nama-nama yang menjalankan dua entitas ini.
 
Selama karirnya di sebuah band selama 10 tahun, Abenk Alter memang sedikit berbeda dari musisi lainnya. Ketertarikannya akan mengeksplor segala sesuatu yang berbau seni dan kreativitas sudah digelutinya. Ia belajar menggambar, melukis, memindai ide jadi satu ekspresi karya, baik lukisan, instalasi, dll, termasuk juga musik.

“Seni sudah menjadi bagian yang paling melekat dalam diri saya, dari kecil saya telah didukung untuk belajar musik, dari kecil saya telah mulai menggambar. Dari semua potensi yang telah diberikan Tuhan Semesta kepada saya, saya terpanggil untuk mencintai seni lebih dari sebelumnya dengan cara berusaha meng- “explore” dan mengaktualkan potensi saya lebih maksimal lagi dibandingkan sebelumnya”, ungkapnya.
 
“Lain Waktu”, debut single dari Abenk Alter, adalah pembuktian awal terhadap  karya-karya menganggumkan yang akan dibuat olehnya di masa yang akan datang. Lagu ini ditulis dirinya, begitu juga liriknya, yang digarapnya bersama rekannya semasa di Soulvibe, Ario Seto.
 
“Saya percaya, bahwa cinta seharusnya menjadi ‘sesuatu’ yang ‘mengangkat’ seseorang, bukanlah ‘sesuatu’ yang membuat ‘terpuruk’. Lagu ini saya dedikasikan kepada mereka, yang dengan besar hati berani untuk tetap melangkah dan tidak terjebak oleh masa lalu,”ungkapnya tentang lagu yang inspirasinya sendiri datang dari curhatan seorang teman dekatnya.  
 
Bangunan pop, jazz, soul dan semua yang berkaitan dengan itu jelas nyata dalam keseluruhan nyawa dari lagu ini. Pengaruh-pengaruh dari semua musik yang menginspirasinya: Hall and Oates dan sound soul klasik Motown Records era 70-an hingga masa keemasan Guruh Soekarno Putra dan Chandra Darusman yang membuat siapapun yang mendengarkan akan merasakan sensasi tersendiri dari lagu ini, entah itu tertiup angin perkotaan, atau berada dalam kehangatan rumah sehabis pulang dari beraktivitas. 
 
“Semua yang saya dengar dan rasakan, saya coba tumpahkan disini, berusaha untuk tidak terdengar seperti siapa-siapa, namun itu sangat relatif, karena saya adalah pribadi yang terbentuk oleh begitu banyak musik yang saya dengar, “ungkapnya.
 
Hingga akhirnya, Abenk Alter mengembalikan kepada apresiasi dan intrepetasi pendengarnya, bagaimana mereka memahami lagu ini sebebas-bebasnya. Karena tak muluk-muluk, ia hanya ingin musiknya menjadi soundtrack kehidupan mereka yang mendengarkan. 
 
“Lain Waktu”
Song by : Abenk Alter | Lyric by : Abenk Alter & Ario Seto
Produced by : Ario Seto | Music Arrangement by : Ario Seto
 
 
Kontak :
Wahyu Nugroho a.k.a. wahyuacum
music publicist, music writer
08170409142
twitter: @wahyuacum 
 
Abenk Alter Management
Manager Astrid Naya +62838-960-39952 | 
Publicist Wahyu Acum Nugroho +62817-0409-142
Twitter: @AbenkAlter
Youtube : Abenk Alter
Website www.abenkalter.com  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar