Senin, 04 Agustus 2014

HIMstage : Lima menit ( Hijau Daun )


Cinta terkadang selalu menghadirkan motivasi yang baik bagi pemilik hati. Meski akhirnya berujung suka cita atau duka lara, kekuatan cinta tetap mampu menghadirkan rasa yang sungguh luar biasa. Cahayanya selalu memberikan harapan yang besar bagi hati yang terbuka,  meski tak terlihat dan tersentuh secara nyata.  Dan karena cinta itu pula, lima anak muda asal Teluk Betung, Bandar Lampung ini kembali ke scene musik lokal yang telah membesarkan namanya.
 
Band yang masih dibidani oleh Dide ( vocal ), Array ( gitar ), Arya ( gitar ), Richan ( bass ) dan Denny ( drum ), membawa janji yang siap ditepati bagi para pengikut setianya. Janji tersebut gak lain tentang comeback-Hijau Daun yang disertai dengan kehadiran album barunya yang dikasih judul Cahaya Cinta. Sebuah album yang memberikan semangat dan motivasi besar untuk tetap mampu bertahan dan memeriahkan industri musik Indonesia.
 
“Cinta lah yang menguatkan kita untuk tetap survive di scene musik tanah air. Karena cinta mereka (fans) yang tetap mendukung Hijau Daun, motivasi kita untuk tetap berkarya tetap menyala hingga saat ini. Buat kita album ini seakan menjadi kekuatan untuk memulai kembali apa yang telah kita buat sebelumnya. Album ini bakal menjadi titik nol Hijau Daun untuk mendapat titik yang lebih tinggi lagi,” jelas Dide.
 
Album yang sejak 4 tahun lalu telah dipersiapkan oleh Dide cs. ini menghasilkan karya musikal yang bakal membuat penikmat musik makin mencintai Hijau Daun. Sebanyak 9 track anyar plus sebuah bonus track, dihadirkan oleh band yang pernah memboyong penghargaan Band Pendatang Baru Ter-Dahsyat (2009). Yang menarik selain mengembalikan karakter musikal yang pernah melibatkan banyak pemilik hati, Hijau Daun pun maraciknya dengan inovasi-inovasi yang asik di album ini.
 
Sebut saja seperti lagu Guna-Guna, dimana Hijau Daun memasukan nuansa Keroncong dan instrumen ukulele untuk membungkus lagu pop modern ini dengan cerita yang berlatar belakang  tentang cinta pada pandangan pertama yang seakan mampu menghipnotis rasa di hati. Membayangkan keanggunannya rasanya seperti terkena guna-guna. Padahal tak salingkenal, hanya mengagumi.

Lain lagi dengan lagu Bertahan, yang menceritakan tentang cinta yang tak seimbang. Besarnya cinta tapi tak ada penghargaan yang sesuai. Yang ada malah ditinggalkan pasangan. Dan bertahan pun adalah pilihan karena cinta.   “Lagu Bertahan ini musiknya agak kelam. Agak-agak bernuansa sama dengan lagu Suara. Tapi yang ini terdengar elegan dalam nuansa-nuansa orkestrasi dan string section.
 
Sementara lagu Cinta Tak Pernah Singgah punya cerita yang menarik bagi anak-anak Hijau Daun. Soalnya ini adalah tema cinta yang amat teguh.  Meski udah putus nyambung, berkat cinta tak ada kata putus asa. Keyakinannya, amat kuat bahwa cinta yang tulus akan datang, walaupun itu entah kapan. Dan lagu ini dikemas dalam komposisi yang cathcy dan easy listening. Komposisi-komposisi seperti inilah yang memang ditonjolkan oleh band yang pernah menghasilkan 12 juta aktivasi Ring Back Tone.  
 
Konsep musik pop dan lirik yang melibatkan secara emosi, menjadi pilihan Hijau Daun di album studio ketiganya. Seperti lagu Lima Menit, Dibawah Hujan, Ingatku, Malaikat Pencabut Rindu, Tunggu Aku Pulang dan Kekasih Cadangan. 
 
Sebagai pengingat akan kesuksesan Hijau Daun di era debutnya, lagu Suara kali ini dihadirkan dalam konsep yang lebih fresh. Dide kali ini berkolaborasi dengan Shae untuk mengedepankan lagu ini lebih berbeda. “Kalo dulu terdengar dangdut kontemporer, kali ini Shae memunculkannya dalam konsep yang lebih fun, cathy dan up beat. Karakter lagunya tetap punya kekuatan kok,” ungkap vokalis berciri ini santai.
 
Demi memperkuat album yang dirilis dibawah Warner Music Indonesia ini, Hijau Daun pun mengajak musisi hits yang cukup populer di ranah musik rock. Ada Bato dan Edi Kemput untuk menghadirkan daya gedor album barunya. “Ada juga Fenti, backing vokal yang pernah ikut memeriahkan album pertama kita,” tambahnya.
 
Dengan komposisi musikal yang lebih kekinian, musisi-musisi pilihan yang mendukung serta semangat yang baru lagi, banyak harapan yang siap dihembuskan Hijau Daun. “Kami ingin album ini menjadi titik balik Hijau Daun untuk menjadi band yang lebih baik lagi. Apa yang kita dapat pada awal karir lalu, hanya sebagai bonus untuk membuat kita lebih termotivasi. Yang terpenting, apa yang diinginkan fans terhadap Hijau Daun bisa terpenuhi. Dan kami ingin karya kami dapat menjadi cahaya bagi para pemilik hati. Inilah album terbaik dari kami,” tutupnya.     
 
ARTIST : HIJAU DAUN
SINGLE : LIMA MENIT
ALBUM : CAHAYA CINTA
 
 
WARNER MUSIC INDONESIA
Alia Building, 6th floor –
Jl. M.I Ridwan Rais No. 10 - 18
Jakarta Pusat 10110
P : 021 - 3867626  |   F : 021 - 3867607
 
Please contact us :
Anastasia.rorowilis@warnermusic.com   |  ken.basarino@warnermusic.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar