Sabtu, 14 Mei 2016

HIMstage : Gak romantis ( Lyla )

 
10 tahun sudah LYLA berkarya dan mewarnai musik Indonesia dengan lagu-lagu hits mereka. Band asal Pekanbaru yang terbentuk sejak tahun 2006 silam ini, berhasil mengukir catatan prestasi yang jempolan selama berkarier dengan menghasilkan 4 album  yaitu “Yang Tak Terlupakan” (2008), “Lebih Dari Bintang” (2010), “Dengan Hati” (2013) dan “Dunia Sempurna” (2014).
 
Di tahun 2015 lalu, LYLA kembali merilis album ke-5 mereka yang diberi judul ‘Ga Romantis’. Di album ini, LYLA hadir dengan energi baru dengan menyuguhkan banyak genre dari Funk, Reggae, Blues hingga musik etnik Indonesia, ditampilkan LYLA sebagai  proses metamorfosa dan pendewasaan dalam bermusik. Ditambah hadirnya tiga orang produser musik  hebat yaitu Krisna J. Sadrach, Stephen Santoso dan Ari Aru Renaldi, menambah kekuatan LYLA di album ini.
 
Meski sedikit berbeda dari album-album sebelumnya, LYLA tidak meninggalkan ciri khas mereka. Terbukti album ‘Ga Romantis’ ini diterima dengan baik oleh pencinta musik Indonesia, khususnya LYLA Community (sebutan bagi fans LYLA). Single pertama yang berjudul “Kehabisan waktu” bahkan berhasil mencuri perhatian dengan menjadi trending topic di social media pada hari pemutaran perdananya, yang saat itu dilakukan serentak di 200 radio seluruh Indonesia. Kemudian LYLA merilis single keduanya yang berjudul “Turis”, di lagu ini LYLA mengeksplor musik mereka dengan sentuhan reggae dan memasukkan unsur bunyi alat musik traditional seperti ukulele. Album ini pun berhasil terjual lebih dari 200.000 copy sejak pertama kali dirilis pada akhir tahun 2015 lalu.
 
Kini LYLA kembali merilis single ketiga dari album ‘Ga Romantis’, dengan lagu yang berjudul sama seperti judul albumnya, “Ga Romantis”. Lagu yang diciptakan oleh Naga ini bercerita tentang permintaan maaf seseorang kepada kekasihnya karena merasa dirinya bukan tipikal orang yang romantis. “Idenya datang dari pengalaman pribadi. Jadi waktu pengerjaan album ini kan menghabiskan banyak waktu di studio dan sering pulang pagi. Sampai suatu hari aku pulang pagi, Istriku berangkat kerja. Pas bangun siang, aku baru inget kalau hari itu istriku ulang tahun. Perasaan bersalah itu menjadi ide di lagu ini”, ucap Naga.
 
Walau ada kata ‘romantis’, lagu ini justru tidak berkesan romantis dan melankolis. Dibantu Stephan Santoso sebagai music director, LYLA membuat lagu ini dengan musik yang sedikit upbeat dan menghentak. Dengan daya tarik lagu pada kandungan liriknya yang cerdik, “… Aku ga mau jadi mataharimu, karna itu akan membuat ku jauh. Aku ga mau jadi bintang-bintangmu, walau indah itu juga kan jauh. Yang aku mau menjadi udaramu, selalu setia tiap hela nafasmu…”, lagu ini berpotensi jadi anthem bagi para cowok yang ingin meyakinkan pacarnya bahwa romantis bukan satu-satunya pengukur rasa cinta.
 
Di tahun ke-10 berkarier di dunia musik, LYLA berencana akan mengelar konser 1 dekade yang akan digelar pada bulan Agustus 2016 nanti. “Harapan kami di tahun ke-10 perjalanan karier LYLA, kami masih bisa terus memberikan karya terbaik kami, lagu-lagu kami semakin bisa menghibur banyak orang dan konser 1 dekade nanti bisa berjalan lancar. Doain yah…”, tutup Naga.
 
Composed by : Naga LYLA
Music by Lyla & Stephan Santoso
Published by Trinity Optima Publishing 2015
 
Follow Us :  @TrinityOptimaP   @LYLAINDONESIA
Facebook Page :  TrinityOptimaP,  LyLA Band   
WAP: kampungseleb.com
IG : trinityoptima
YouTube : Trinity Optima Production
 
 
Kontak :
Tipot Setiadi
Trinity Optima Production
Jl. Hayam Wuruk No.58 Jakarta 11160
Mobile: 081546995159  |  Pin BB: 537A686B
Twitter: @tipot89

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar