Sabtu, 14 Mei 2016

HIMstage : My favorite things ( Joey Alexander )


Monday was a new experience for me. Being the youngest nominee in the jazz categories is a great honor. Congratulations to all the winners, they are all my favorites (“Uptown Funk” too). The most rewarding part for me was performing at the Premiere Ceremony with Eric Harland on drums and Dave Robaire on bass, and representing the jazz community at The GRAMMYs main ceremony. It gave me so much joy to see artists and fans of other genres digging jazz! It was also great to see Mr. Herbie Hancock and meet one of my favorite actors, Johnny Depp (I will always think he is a pirate). Let's keep it swinging guys! Thank you to the Academy for nominating me and inviting me to perform, and to my fans for your love and support.
Joey Alexander
 
 
Joey Alexander telah menyita panggung utama Grammy Awards 2016. Semua mata tertuju pada 15 Februari 2016 lalu di Staples Center, LA. Dua kali tampil di acara Premiere Ceremony dan di puncak Grammy yang langsung diperkenalkan Neil Portnow selaku Presiden Grammy dan rapper Common.
 
Taylor Swift, Bruno Mars, Selena Gomez, The Weeknd, dan banyak lagi musisi kelas dunia yang hadir memberikan standing ovation untuknya. Darah Indonesia berada di panggung Grammy. Mendapat penghargaan dari industri musik dunia. Kelas Joey Alexander saat ini telah menjadi musisi kelas dunia. Penampilan Joey Alexander di Grammy telah memberi inspirasi pada kita semua. Mimpi tidak ada batasnya. Dari anak usia 12 tahun kita bisa belajar akan banyak hal.
 
Kabar gembira datang dari Warner Music Indonesia, yang akhirnya akan merilis album My Favorite Things (Motema, 2015) ini di pasar Indonesia. Tentu ini berita bagus untuk mereka yang menunggu rilisan fisik CD dari Joey Alexander jelang konsernya di Jakarta pada 22 Mei 2016.
 
Bicara tentang album yang mendapat 2 nominasi Grammy Awards 2016 ini tidak bisa dipisahkan dari fakta bahwa anak usia 11 tahun ini sudah membuat sebuah lompatan besar dengan debut album jazz yang mengagumkan. Fakta lain adalah kemampuan musikalitas untuk anak usia 11 tahun membuat bocah kecil berkacamata ini mendapat perhatian di skena musik jazz dunia. Namun Joey bukan hanya anak kecil yang jago main piano, Joey paham betul musik jazz yang dia mainkan ini. Dia sejajar dengan musisi jazz lain. Joey Alexander bermain dengan rasa.
 
Satu lagu karya asli Joey Alexander ada di lagu jazz standar, “Ma Blues” di album ini. Kemampuan yang dia perlihatkan di lagu “My Favorite Things” dan “Over The Rainbow” telah membuat album ini menjadi salah satu album terbaik yang rilis di tahun 2015 dari berbagai media dunia. Akrobat permainan piano yang mengagumkan tersimak jelas di komposisi “it Might As Well As Spring”. Komposisi klasik “Giant Step” dari John Coltrane dan ‘Round Midnight” dari Thelonious Monk membuat kelas Joey Alexander makin jelas sebagai musisi jazz dengan kemampuan jenius. Keyakinan, kerja keras, dan disiplin yang kuat menjadi kunci.
 
Di album “My Favorite Things” yang direkam di Avatar Studio New York ini Joey melibatkan musisi Larry Grenadier dan Russell Hall ( bass ), Ulysses Owens, Jr dan Sammy Miller ( drums ) serta Alphonso Horne ( trumpet ). Larry Grenadier selama ini dikenal bermain untuk Stan Getz, Brad Mehldau, dan Pat Metheny. Sementara drummer Ulysses Owens Jr. banyak bermain untuk Kurt Elling, Wynton Marsalis, dan Christian McBride. Produser album ini adalah Jason Olaine, Director Programming Jazz Lincoln Center New York dan peraih Grammy untuk Directions in Music karya Herbie Hancock, Michael Brecker dan Roy Hargrove. Nama-nama menjulang di musik jazz dunia berada dibalik album ini.
 
Album yang akan dirilis oleh Warner Music Indonesia ini berisi 10 lagu untuk format CD, dan 12 lagu untuk format digital download dan streaming. Ada satu lagu baru “Senor Blues” yang akan masuk dalam rilisan album Joey Alexander di pasar musik Indonesia ini. Sebuah komposisi yang meruang dengan sapuan jari manis Joey di sepanjang lagu.
 
Joey Alexander telah menjadi musisi berkelas. Album My Favorite Things telah menjadi sejarah yang layak menjadi koleksi musik kita bersama. Penampilannya di Grammy bisa membuat musik Indonesia tambah bergairah melahirkan bakat dan talenta lain yang akan menyusul jejak langkah anak usia 12 tahun ini ke karpet merah musik dunia.
 
Pada 30 April nanti, Joey Alexander akan tampil di White House, di hadapan Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama pada acara International Jazz Day http://jazzday.com/concert/
 
Warner Music Indonesia sangat bangga dapat meghadirkan album Joey Alenxander di Indonesia dan semoga melalui karya-karya Joey, hal ini dapat memberikan inspirasi bagi musisi-musisi Indonesia untuk dapat semakin bersemangat untuk berkarya dan menjadi musisi global seperti yang sudah dibuktikan oleh seorang anak berusia 12 tahun - Joey Alexander, ungkap Toto Widjojo, Managing Director Warner Music Indonesia
 
If the word “genius” still means anything, it applies to this prodigy” — Downbeat
 
Technically fluent and harmonically astute” — The New York Times
 
Magnificent not only for the child’s virtuosity — plenty of prodigies have outsized chops — but for the maturity and perception he brought” — Jazz Time
 
12-year-old jazz pianist Joey Alexander makes a big chart. My Favorite Things also gives Alexander his first No. 1 on both the Jazz Albums and Traditional Jazz Albums charts.” — Billboard
 
TRACK LISTING
Giant Steps
Lush Life
My Favorite Things
It Might As Well Be Spring
Ma Blues
'Round Midnight
I Mean You
Tour De Force
Over the Rainbow
Senor Blues
Footprints (iTunes bonus track)
Green Dolphin Street (iTunes bonus track)
 
Album:
 
Links :
 
 
Kontak :
MOHAMAD KHADAFIE
INTERNATIONAL PRODUCT EXECUTIVE
Marketing
Warner Music Indonesia
Alia Building, - 6th Floor, Jakarta, DKI 10110, Indonesia
Phone 3867626   |   Fax : +62-21-3867606/07/08

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar