Senin, 25 Mei 2015

HIMstage : Pengingat ( Kunto Aji ft. Barry Likumahuwa )



Mendengar nama Kunto Aji tentu lekat dengan penampilannya yang unik. Berambut kribo dan berkacamata menjadi ciri penampilannya. Kunto Aji sukses menarik perhatian kancah musik nasional dengan single perdananya Terlalu Lama Sendiri yang banyak menduduki top chart radio di kota-kota besar. Seolah tak henti bereksplorasi, kini Kunto Aji menyuguhkan single keduanya PENGINGAT, bersama dengan arranger yang juga mahir bermain bass Barry Likumahuwa. Simak obrolan bersama Kunto Aji tentang single barunya.

Akhirnya setelah setahun single kedua keluar. Bisa ceritakan gak mengenai jeda waktu yang cukup lama?

Saya bekerja dengan sebuah team kecil. Berjalan secara independent bukanlah perkara mudah. Kami mempelajari satu persatu setiap detail dari industri ini. Team kecil saya bukan orang-orang yang lahir dari industri ini dan percaya atau tidak hal ini justru memperkaya ide kami untuk terus berjalan. Jeda satu tahun untuk single kedua adalah keputusan yang kami ambil bukan dengan sengaja. Kami menangkap bahwa berjalan di industri ini bukan sekedar perihal lahirnya karya yang satu kekarya yang lain, tapi lebih dari itu. Kami belajar satu per satu, semua detailnya kami pelajari. Kami ingin menikmati proses yang dimulai dari satu karya. Sehingga ketika kami keluar dengan karya yang baru, kami sudah berangkat dari level yang lebih baik.

Dari single pertama, lanjut single kedua. Kenapa gak sekaligus release album?


Single kedua adalah kejutan pertama yang saya buat. Saya akan membiarkan mereka mempersiapkan diri menuju album. Dan di era digital yang serba mudah ini, orang bisa mendapatkan karya saya dari manapun baik legal maupun ilegal.Oleh karena itu saya tidak ingin terburu-buru, tidak satu lagu pun di album saya nanti jadi lagu pelengkap. Keseluruhannya terfikirkan dengan baik dan keseluruhannya adalah satu rangkaian wahana yang saya susun sedemikian rupa menjadi menarik dan substansial. Saya ingin pendegar menikmati sama seperti saya menikmati perjalanan yang sangat menarik ini. Sekarang kita berada di tikungan kedua, di album mereka akan bertemu dengan begitu banyak twist raill, belokan tajam, atau menukik terseret gravitasi. Bersiaplah!

Apa konsep yang diusung single kedua ini? apa pesan yang diangkat dan kenapa mengajak Barry Likumahuwa?

Saya merasa saya sedang berada di sebuah zaman yang luar biasa. Dimana lingkungan saya adalah generasi yang sangat berpikir maju, generasi yang tau betul apa maunya mereka dan akan menjadi apa mereka 5 tahun ke depan. Dan generasi sekarang memang seharusnya seperti itu. Perubahan jaman dan kemajuan tekhnologi menjadi faktor yang membuat generasi kita seharusnya bisa berdiri tanpa bayang-bayang siapapun. Dan saya sendiri bersyukur sampai saat ini masih berdiri dan berjalan mengikuti apa yang benar-benar saya mau. Ini lagu tentang itu, tentang sebuah passion yang lahir dari benih yang lahir dari hati, murni dari diri sendiri. Bukan dari orang lain, bahkan dari orang tua. Generasi sekarang bukan lagi generasi buah yang terjatuh dari pohonnya. Itu kenapa saya mengajak kerjasama Barry Likumahuwa.

Semua orang tahu Barry adalah anak dari seorang legenda om Benny Likumahuwa. Semua orang tahu Barry mendapatkan bakat musik secara genetik dari orang tuanya. Buah memang jatuh dekat dengan pohonnya, tetapi cita –cita atau passion itu bukan buah. Buat saya passion adalah benih-benih, benih yang tertiup angin, bebas. Beberapa teman yang lahir dari orangtua yang bergerak di industri musik diarahkan untuk menjadi musisi atau malah dijauhkan dari industri musik itu sendiri. Tidak banyak orang yang tahu Barry sempat mengenyam pendidikan design grafis, walaupun pada akhirnya dia tetap kembali ke musik. 

Waktu saya tanya apakah Barry diarahkan menjadi musisi dia menjawab bahwa pesan Om Benny adalah "kamu mau jadi apa aja yang penting jadilah yang paling profesional, mau jadi maling jadilah maling yang ga pernah ketangkep". Pesan yang sangat menarik, jadi Barry tidak pernah diarahkan kemana pun. Mengambil disiplin ilmu desain grafis sebelum akhirnya memutuskan fokus di musik pun adalah pilihan pribadi dia.

Saya percaya passion adalah perjalanan. Tidak ditemukan dengan mudah, ada hal-hal yang membuat bias untuk mengambil keputusan dimana passion kita. Hal inilah yang mendasari terciptanya kerjasama saya dengan Barry dari segi tema. Kalo dari segi musik, masalah "groove" menurut saya Barry yang terbaik diantara musisi muda lain. Orang yg tepat untuk mengerjakan single kedua saya. 

Lagu ini bukan ajakan, apalagi sebuah suruhan. Lagu ini lebih kepada sebuah Pengingat. Apakah kita sedang berjalan sesuai maunya hati kita, atau hati orang lain.
Coba kita semua pikirkan………

Dari segi musikalitas ada perbedaan signifikan antara Terlalu Lama Sendiri dengan PENGINGAT, sebuah strategi atau sekedar eksperimen?

Ketika saya memperdengarkan lagu ini kelingkaran terdekat, gak sedikit yang kaget dan berkomentar "berat juga ji", "jualan gak nih?", "gak takut ngedrop dari terlalu lama sendiri?". Iya, mungkin single kedua ini memang gak sesuai ekspektasi mereka. Tapi sejujurnya saya tidak terlalu memikirkan hal itu, bahkan saat saya mengeluarkan Terlalu Lama Sendiri pun saya gak berpikir lagu ini akan disukai banyak orang atau gak. Saya hanya membuat karya sesuai apa yang saya mau. Saya  menulis lirik sesuai dengan apa yang ada di kepala saya, gak di buat-buat. Gak mikirin laku apa gak, itu belakangan. Kalo pun akhirnya lagu ini gak sebesar lagu Terlalu Lama Sendiri ya gapapa. Saya hanya berharap walaupun sedikit, tapi akan ada orang yang terbuka pikirannya lewat lagu ini.

Tapi kalo dilihat dari sisi strategi, saya menganalogikan musik saya seperti roller coaster. Terlalu Lama Sendiri dan Pengingat adalah pembuka. Saya ingin membiarkan pendengar saya menilai, saya ingin mereka tergiring dengan mood yang saya bangun. Sebelum akhirnya masuk kesuguhan utama yaitu album.

Saya sedang mencoba bermain dengan industri ini. Tidak dengan pendekatan dagang, tapi karya yang dibuat tanpa banyak pertimbangan. Tidak terjebak dalam sebuah pakem yang sudah lama terbentuk.

Bila mimpi tak sejalan dengan apa yang kau tuju, tak sesuai dengan apa yang kau mau, lepaskanlah beban pikiranmu, dengarkan hatimu…
Dunia ini lebih luas dari ruang kelas…..

Single kedua Kunto Aji PENGINGAT di release pada tanggal 6 April 2015. Seperti harapannya, semoga single ini bisa menjadi Pengingat, bagi siapa saja yang belum melangkah sesuai keinginan hati kita. Dengarkan hatimu!

Artist                : Kunto Aji Feat Barry Likumahuwa
2nd Single Title    : Pengingat
Song Writter      : Kunto Aji Wibisono
Label                : Uppercut Productions

@KuntoAjiW


Kontak :
Wisnu Purbaya             
M / WA : 081932998890            
Wish Publicity               
Jalan Seketsa  Blok A3 no 7B
Cipayung  Jakarta Timur 13880

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar