Jumat, 29 Juni 2012

HIMstage : Berdua ( Calvin Jeremy )

“I don’t believe in coincidence. I believe in good music” – Calvin Jeremy
.......

Setelah sukses dengan album pertamanya yang bertajuk “Selamanya”, kini Calvin Jeremy telah siap meluncurkan album keduanya yang berjudulkan namanya sendiri “Calvin Jeremy”. Album kedua yang akan menawarkan genre pop jazz ala Calvin Jeremy ini diaransemen oleh Calvin Jeremy sendiri dengan bantuan arranger kawakan, Irwan Simanjuntak, dan melibatkan beberapa musisi jazz seperti Nikita Dompas, Ari Pramundito, dan Krisna Balagita, yang rencananya akan dirilis pertengahan Agustus 2012.

Calvin Jeremy mengakui bahwa album barunya ini benar – benar menggambarkan sosok seorang Calvin Jeremy yang telah beranjak dewasa, mulai dari gaya bermusiknya hingga penampilannya yang sangat berbeda dibanding album sebelumnya. Musisi yang juga pernah juga berduet dengan artis Filipina, Sabrina Orial ini, menjelaskan bahwa di album keduanya, ia banyak terinspirasi oleh Stevie Wonder, George Benson, Wouter Hamel, Jamie Cullum, dan John Mayer.

Masih bertemakan cinta, Calvin Jeremy mengemas  lagu – lagu yang ia tulis sendiri menjadi lagu cinta yang fun, positive dan tidak selalu mellow dan membuat galau. Calvin Jeremy menceritakan, sebelum menggarap album kedua ini, ia  telah melakukan survey dan juga pernah menulis lagu di tengah kemacetan ibukota Jakarta, dimana ia bisa merasakan dan membayangkan tempo dan style lagu yang bisa memberikan semangat untuk dinikmati pendengar yang terjebak kemacetan untuk tetap bisa tersenyum.

Pengalaman dan kisah cinta pribadi dan teman – teman disekelilingnya menginspirasi Calvin Jeremy untuk menulis lagu – lagu di album kedua ini. Salah satunya adalah lagu yang berjudul “Berdua”, yang didedikasikan bagi setiap pasangan berbahagia yang sedang jatuh cinta, dimanapun mereka berada. Penggarapan video clip “Berdua”, yang juga akan diangkat menjadi single perdana di album kedua Calvin Jeremy ini berlokasi di Singapura.

Kehadiran Calvin Jeremy di tengah industri musik Indonesia juga menarik perhatian banyak penggemar yang akhirnya mendorong mereka untuk mendirikan fanbase dengan nama Calvriends, singkatan dari Calvin Jeremy’s Friends, yang telah tersebar di berbagai provinsi di Indonesia dan dengan setia mendukung karir Calvin Jeremy. Bahkan tidak hanya itu, pada waktu Calvin Jeremy dinobatkan menjadi “The John Mayer of Asia” melalui penampilannya di ASAP Rocks ABS-CBN, channel terbesar di Filipina, yang disiarkan di 20 negara termasuk Amerika dan Canada, Calvin Jeremy dikejutkan dengan kehadiran penggemarnya yang mengaku bahwa mereka adalah Calvriends Manila. Calvin Jeremy semakin menyadari bahwa peran penggemar sangat penting bagi seorang musisi.

Kesetiaannya menggunakan brand sepatu yang membuatnya merasa percaya diri di setiap penampilannya, membuat Calvin Jeremy dilirik oleh brand sepatu Adidas untuk dijadikan duta Adidas. Kesempatan berkarier di dunia entertainment pun semakin terbuka lebar untuk Calvin Jeremy, dimana saat ini ia juga tengah mempersiapkan layar lebar perdana yang akan dibintanginya berjudul “Hasduk Berpola” karya Harris Nizam. Alasan Calvin Jeremy bersedia untuk berakting di layar lebar adalah karena film ini mengandung nilai – nilai kemanusiaan dan juga bertemakan kebangsaan yang membuat film ini memiliki mutu jika dibandingkan dengan beberapa layar lebar yang menjamur di industri perfilman Indonesia.



UNIVERSAL MUSIC INDONESIA
Prince Center Building 14th Floor Room 1401
Jl. Jend. Sudirman Kav. 3-4 Jakarta 10220
Indonesia
Phone: (62 21) 573 4566  ext. 107
Fax: (62 21) 570 5280

For further information please contact :

HIMstage : Selalu aku ( Prabu )

PRABU, mungkin sekilas orang mendengar kata Prabu itu mengingat pada jabatan di suatu kerajaan. Tapi tidak bagi Prabu yang satu ini, Prabu yang satu ini adalah nama sebuah band yang berasal dari Sulawesi Selatan. Terbentuk disebuah kabupaten yang terkenal dengan jiwa pelautnya yaitu PALOPO, 18 Juli 2009 “PRABU” terbentuk.

Berawal dari tekad sang vocalis ( GALUH ) yang ingin sungguh- sungguh terjun di dunia musik ini serta ingin mengharumkan nama kabupatennya PALOPO, “di Palopo itu terkenal dengan pelautnya , tapi kalau orang yang bener-bener terjun di dunia musik ada tapi jarang, bahkan tidak sering terekspos” ungkap cowok kelahiran Baebunta 21 November 1984. Bahkan di Palopo itu banyak orang yang bisa bermusik, tapi jarang dapat kesempatan untuk memperluas kreatifitasnya,  “ tambah cowok bernama lengkap SAIFUL SAFIR.

Dibantu dua temannya JEFRY ( guitar ) dan ARDY ( Bass ), dengan modal semangat dan tekad serta lagu karya karya mereka, akhirnya mereka memutuskan untuk hijrah ke Jakarta. Sampai di Jakarta mereka mencari sebuah rumah kontrakan yang sedehana untuk dijadikan sebagai tempat singgah. “Welcome To The Jungle “ celetuk sang guitaris ( JEFRY ).  Karena posisi pada drum belum ada, mereka sepakat untuk mencarinya di kota yang terkenal dengan Tugu Monas dan Patung Selamat Datangnya yaitu Jakarta. Singkat cerita mereka  bertemu dengan YUGO eks Dummer Bluetooth. “Oke sudah lengkap semuanya saatnya kita berkarya” ungkap Galuh.

SELALU AKU, dipilihnya sebagi first single mereka, easy listening disatukan dengan nuansa pop yang tidak meninggalkan unsur rocknya. Dibantu dengan sang Music Director Andy Bayou menjadikan sebuah lagu yang asyik untuk didenger, dari kalangan bawah sampai atas, dari remaja sampai orang tua pasti dengan mudahnya memahami makna lagu ini.

Bagi mereka nama “PRABU” tidak mempunyai arti yang khusus. “Gampang diingat aja” ungkap Galuh. Intinya bagi mereka nama PRABU itu mengingatkan pada sebuah perjuangan Prabu Prabu yang ada di Indonesia untuk mempertahankan serta membawa perdamaian di Negeri Indonesia Tercinta ini, sebut saja Prabu Siliwangi yang dengan semangat  mempertahankan dan membawa misi perdamaian di tanah jawa kala itu,” Yugo menambahkan.

Mudah-mudahan “PRABU” versi kita ini ( Band ) membawa nuansa yang fress di dunia entertainment khususnya di bidang musik dan karya-karya kami dapat diingat terus selamanya, seperti Prabu Prabu yang dulu berjuang di negeri kita tercinta ini, “Galuh menambahkan.


Kontak : OZHIE
Teman Seperjuangan Production
Komplek Bea Cukai
Jln Bojana Tirta 10 Blok
D 6 Jakarta
081280228242
| 021 94923703 | PIN 21766d13

HIMstage : Yang kau cinta ( Mantra )

Pada dasarnya cinta itu butuh sanjungan yang tiada batasnya. Walaupun terkadang menyesakkan palung hati, tetap saja sosok tak berwujud itu memberikan pengaruh yang luar biasa terhadap setiap pemilik rasa.

Dan karena cinta itu pula akhirnya tiga anak muda yang tergabung dalam proyek musikal bernama MANTRA, kembali melangkah dengan rasa optimis yang tinggi di scene musik lokal. Loh kok, kembali? Yup, band yang digawangi oleh Arthur ( vocal ), Rully ( gitar ) dan Jezzy ( bas ) ini bisa dibilang musisi muda yang pernah mencicipi hiruk pikuknya industri musik beberapa waktu lalu. Jadi mereka bukan tabu dalam hal ini. Namun bersama MANTRA, mereka ingin menegaskan bahwa musik adalah bagian hidupnya. Itu sebabnya mereka kembali dengan tampilan yang baru.

Bermodalkan sejumlah track dengan latar puja puji-nya cinta, MANTRA membalutnya dengan harmoni yang manis ketika tertambat dihati. Yang pertama, tentu saja nomor dengan judul Cinta Yang Tersisa. Lagu yang juga didukung oleh Eren ini, menjadi pilihan awal untuk melangkah. Berdurasi 4 menit 10 detik, lagu ini ditopang oleh unsur string section yang dominan. Konon katanya liriknya cukup dramatis.

“Karena kekuatan cinta, rasanya pisah itu jadi kata yang sulit diungkap. Sesakit apapun proses hubungan yang dihadapi, dia nggak akan mau jauh dari pasangannya. Lagu ini punya nuansa balada yang cukup kental. Lead-lead yang muncul memberikan nilai dramatis lagu ini,” ungkap Rully, gitaris yang meracik single tersebut.

Lewat single tersebut, Pop memang menjadi pilihan MANTRA untuk melangkah di scene musik. Namun, genre pop yang dibesutnya cenderung dominan dengan nuansa-nuansa balada dan notasi-notasi yang catchy. Coba bergeser ke nomor Haruskah. Berlatar pada cerita cinta yang galau, lagu ini coba mempermainkan emosi penikmat lewat balutan suara keyboard, efek distorsi serta perpindahan notasi yang asik. “Ini lagu soal plin plannya seseorang untuk mengambil keputusan akan cinta,” kata Arthur, vokalis yang cukup dominan merangkai lirik-lirik di album debutnya. 

Dengan beat yang medium, lagu berjudul Ku Bukan Dia hadir dalam nuansa yang asik buat bergoyang. Lagu tersebut, sebenarnya tak jauh berbeda dengan nomor Jangan Kembali. Namun, reff di lagu Jangan Kembali memiliki hook yang deep buat penikmatnya.  “Keduanya juga bicara cinta. Namun kedua lagu ini lebih kepada penegasan dari sebuah komitmen. Karena cinta nggak bisa dengan mudah dikotori dengan sikap yang tak terpuji,” papar Rully.

Puja puji, sanjungan, penegasan masih berlanjut pada nomor-nomor yang mereka hembuskan di album Yang Kau Cinta. Seperti lagu Kau, Melepasmu, Cinta Sembunyi dan Kekasih Yang Dulu. Intinya, bahwa cinta lah yang memberikan inspirasi MANTRA dalam berkarya. “Kita merasa bahwa cinta lah yang bisa menggugah setiap isi perasaan. Termasuk MANTRA. Semua lagu-lagu kita dilandasi cinta yang pernah kita perankan. Bahkan sampai saat ini, cinta menjadi inspirasi kita,” jelas Rully.

Didukung maksimal oleh musisi beken Andy Bayou, MANTRA berharap konsep musikal yang dihembuskannya bisa mempengaruhi banyak penikmat musik. Seperti Mantra yang secara arti dianggap sebagai kumpulan kata yang bisa mempengaruhi secara spiritual. MANTRA pun ingin memberikan pengaruh positif secara musikal khusus kata-kata cinta yang dirangkai dengan sangat manis.

“Seperti Mantra, kami ingin memberikan pengaruh yang positif melalui getaran suara yang menghanyutkan. Dan kita ingin memberikan alternatif dalam kemajemukan industri musik Indonesia,” tutup Arthur.   


Ken Basarino a.k.a Rinno | @Kenbasarino
Radio Promotion Warner Music Indonesia
M : 081298223687 / 085695741296 / 2213FA0C

Phone : 021 – 3867626 |  Fax : 021 - 3867607
Gd. Alia Lt. 6 Jl. MI Ridwan Rais No. 10 - 18 Jakarta Pusat 10110

HIMstage : Terlanjur sayang ( Nathan Hartono )

Nathan Hartono, cowok ganteng kelahiran Singapura  21 thn silam, yang akrab dipanggil Nathan ini mulai berkiprah didunia music ketika dia menjadi juara di ajang Ikon Remaja 2005 Singapura. Dengan penampilan yang memikat penonton kala itu lewat gaya bernyanyi yang santun dan  penampilan yang  berkarisma, Nathan berhasil menggaet begitu banyak penggemar setia di usianya yang masih sangat muda.

Album debutnya, LET ME SING yang yang bergenre Jazz dirilis th 2006 di Singapura, sukses menduduki chart penjualan No 1 album Jazz di HMV selama 2 minggu, disusul setahun kemudian merilis album Live di Esplanade th 2007 (yang sukses terjual habis tiketnya hanya dalam hitungan jam), yang diberi judul “FEELING GOOD with Nathan Hartono’,

Lahir dari pasangan Thomas B.Hartono dan Jocelyn Tjioe  yang berasal dari Bandung,  Nathan yang berpostur tinggi (183cm), berwajah oriental yang mengaku bernyanyi secara otodidak, juga menguasai bermain gitar dan drum,  sosoknya yang ramah, bersahaja, pekerja keras menarik perhatian ANDI RIANTO untuk menampilkannya pada acara DELUXE SYMPHONY April 2012, saat itu kemunculan Nathan menjadi Trending Topic di  twitter, kemampuan vocal dan ke’gantengan’nya langsung menggaet remaja-remaja Indonesia untuk menjadi penggemar-penggemar barunya.

Single pertama “TERLANJUR SAYANG” cipt. Adi Adrian/Ipey yang menjadi hits 16 tahun yl, akan menjadi langkah pembuka keberadaan kariernya di Indonesia, dengan aransemen berbalut orkestrasi yang dibuat oleh Andi sendiri, Nathan berhasil mengintrepetasikan liriknya sesuai dengan karakter vocalnya sendiri, pengalamannya bernyanyi menjadikan lagu ini menjadi romantic dan berkarisma,  untuk itu harus diberi apresiasi dalam usahanya menglafalkan beberapa lirik yang sulit bagi lidahnya yang memang jarang berbahasa Indonesia.

Tidak terhitung lagi penampilan Nathan sebagai penyanyi di acara pretise maupun acara amal yang juga dihadiri oleh Presiden Singapore, menjadi bintang tamu bersama DICK LEE,  STEFANIE SUN (penyanyi top Singapore), menyanyikan lagu tema ASIAN YOUTH GAMES 2009, tampil di SINGAPURA GRAND PRIX 2011, dan yang baru2 ini adalah menjadi PEMERAN UTAMA untuk pertunjukkan drama musical “SPRING AWAKENING” yang berlangsung selama 1 bulan.

Sebelum melanjutkan studi di Berklee – College Of Music - Boston untuk memperdalam bidang music September mendatang, Nathan akan tampil dalam acara di Australia dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan Singapore awal Agustus ini.


@aquariusmusikindo
Fwd from : ibenk911@gmail.com  

HIMstage : Itulah cinta ( Yudittia )

Terlalu indah untuk diungkapkan. Terlalu perih untuk dirasakan. Semakin kita mengartikan. Semakin buramlah maknanya.

Begitu sepenggal lirik yang ada di dalam lagu Itulah Cinta. Cukup bisa menjadi perwakilan, seputar seperti apa rumitnya makhluk yang kita kenal dengan nama cinta. Dibawakan oleh penyanyi belia bernama Yudittia yang belum genap 18 tahun, kita seakan dibawa ke saat-saat di mana kita pertama kali berkenalan dengan cinta. Saat sebagian dari kita masih polos. Masih sangat memujanya, namun nggak jarang juga yang sakit hati dibuatnya.

Setelah sekian lama kita mengenal cinta, tetap saja ada sisi kontradiktif yang kita temui di sekelilingnya. Hal inilah yang membuat lirik lagu yang dibuat oleh Heldy Mahardika “Bagaikan” ini jadi menarik. Dan bisa mengena di kuping siapa saja, tanpa memandang suku bangsa, dan usia.

Lebih jauh tentang Yudittia, cewek yang baru saja lulus SMA ini memang baru saja nyemplung di ganasnya industri musik tanah air. Namun, bukan berarti dunia tarik suara jadi asing baginya. Sejak kecil, Yudittia sudah suka menyanyi. Dan kesukaannya pada dunia tarik suara inilah yang membuatnya tergerak untuk mengikuti audisi dalam rangka pembentukan sebuah girlsband.

Karena dinilai punya nilai plus dan karakter kuat, akhirnya 18 Musik tertarik untuk mensupport cewek yang selama ajang Euro 2012 ini menjadi pemandu acara kuis di RCTI untuk merilis sebuah single. Bukan sebagai personil girlsband, tapi sebagai seorang solois.

Cantik, muda, dan berbahaya. Tiga kata ini cukup pantas digunakan untuk menggambarkan si manis yang murah senyum ini. Selain punya kemampuan bernyanyi, dia juga punya beberapa bakat lain di bidang entertainment yang cukup bisa mendukung kelangsungan karirnya di industri musik. Yang sepertinya cukup menjadi modal untuknya menjadi seorang entertainer komplet.


Kontak : Hilda
18 Musik/Flow Musik Indonesia
Jl
. Pecenongan 72, Ruko Atap Merah blok D1.
Jakarta Pusat 10120
087771101448 / pin : 2921C274
Twitter : @rainaband
| @hildaraina

HIMstage : Kekuatanku ( Konspirasi )

Betapa seseorang yang di cintai bisa menjadi sumber inspirasi untuk menghasilkan karya yang paripurna. Adalah putra Edwin Marshal Syarif yang begitu di cintai Edwin dan menjadi sumber inspirasi dan sumber kekuatan bagi Edwin dalam mengarungi segala macam hal dalam kehidupan ini.

Kisah kecintaan syarif terhadap sang putra ini terkisahkan dalam sebuah lagu 'Kekuatanku' yang di hadirkan oleh Edwin bersama dengan Che ( vokal ), Roms ( bass ) serta Marcell 'Kirana Hamonangan' Siahaan dalam album group band KONSPIRASI yang berjudul 'Teori Konspirasi'.

Layaknya musisi yang sudah sangat matang lagu 'Kekuatanku' tidak menjadi sebuah lagu yang melancolic layaknya lulebay yang mengisahkan kasih sayang orang tua dan anaknya. Penggunaan kata - kata yang sangat cerdas justru menjadikan lagu 'Kekuatanku' semacam lagu spiritual yang mengisahkan tentang hasrat seseorang untuk meraih kehidupan yang lebih baik dengan merengkuh keyakinan akan tuhan dan cinta dari orang - orang yang dicintai.

Keyakinan akan Tuhan ( baca = iman ) di tambah dengan kecintaan terhadap orang - orang terkasih akan menjelma menjadi sumber kekuatan bagi seorang pria yang akan sangat sulit untuk di patahkan. 'Kekuatanku' di persembahkan oleh KONSPIRASI untuk blantika musik Indonesia dan untuk manusia - manusia Indonesia yang mulai kehilangan kekuatannya seiring jiwa yang mengering karena kehilangan keyakinan akan Tuhannya dan cinta dari orang - orang di sekitarnya.


Kontak :
Fauzan - Promotion
E-MOTION ENTERTAINMENT
Jl Blora No 5 Jakarta 10310
Tlp/Fax : 021-310 3888/021-315 5777
Hp : 087870553939
Twitter : @fauzanzz
YM       : fauzanzz

HIMstage : Nothing ( Nayra )

Nothing Nothing Nothing.......
Kau Cuma Bikin Pusing.......
Namun Ternyata kau Nothing nothing nothing.....
Kau memang Ngga Penting.....

TEEN ENTERTAINMENT kembali menghadirkan solois wanita berbakat, kali ini seorang penyanyi muda bernama Nayra Burhanudin. Nayra yang juga seorang wanita ini akan merilis albumnya di tahun 2012 dan baru saja merilis single debutnya “NOTHING”.

Lagu NOTHINGyang diciptakan Ugi Pamungkas berkisah tentang seorang wanita yang merasakan penghianatan dari seorang kekasih dengan apa yang sudah dirasakan perselingkuhan oleh si pria, tetapi menurut si cewe pemberian ini sudah lebih dari segalanya, dan pada akhirnya si wanita merasa NOTHING dan merasa nggak penting dengan hubungan yang sudah terjalin dan mengakhiri hubungan itu sendiri

Untuk Nayra, banyak musisi yang  membantu hampir beberapa musisi mengisi arrangement musik di lagu ini diantara Yoyo ( Peracik musik Aurel Feat. Deanda di tittle Pilihlah Aku ). Untuk info lengkap Nayra follow twitter : @nayra_nothing  @Teen_Ent


Contact : Bramer  
081808897110 | 081218898421

TEEN ENTERTAINMENT
( Independent Record Label / Publishing / Management )
Sheza Idris ( PACARMU ) - Nayra ( NOTHING ) - Aurel Feat. Deanda ( PILIHLAH AKU )
( 021 ) 7973541 |  Fax. ( 021 ) 7949928
PT. Kinarya Swarna Indonesia

HIMstage : GAC – Gamal Audrey Cantika

Era digital memang banyak melejitkan penyanyi secara instan. Tetapi tak banyak yang mempunyai kualitas yang sepadan, sehingga popularitas pun bisa tenggelam dengan cepat. Kakak beradik Gamaliel Tapiheru dan Audrey Tapiheru adalah perkecualian. Thanks to Youtube yang telah melambungkan nama mereka. Bermodalkan gitar, mereka berdua membawakan lagu-lagu hit seperti Break Your Heart ( Taio Cruz ), Lucky ( Jason Mraz ), Poker Face ( Lady Gaga ). Puncaknya adalah ketika mereka membawakan lagu Telephone milik Lady Gaga, yang hingga kini sudah dilihat lebih dari 1,7 juta orang. Sementara video channel mereka di Youtube saat ini sudah diakses lebih dari 7,6 juta orang dari berbagai belahan dunia.

Ketenaran kakak beradik ini ditangkap oleh Cantika yang saat itu juga menekuni musik. “Aku sebelumnya belum kenal mereka ( Gamal dan Audrey ). Aku lihat mereka di Youtube. Aku lihat mereka bagus banget nyanyinya, terus aku lihat video lainnya. Aku bilang ke manajer, coba cek deh video anak-anak ini bagus banget. Pas manajer aku lihat tertarik. Aku langsung hubungi Gamal di Facebook,” jelas Cantika yang merupakan putri dari Jean Pattikawa, penyanyi di era tahun 80-an sekaligus putri dari musisi veteran Chris Pattikawa.

Berangkat dari kecocokan visi dan musikalitas, akhirnya mereka sepakat untuk berkolaborasi membentuk project bernama GAC yang merupakan kepanjangan dari Gamaliel Audrey Cantika. Dibawah naungan Sony Music, mereka merilis single berjudul Ingin Putus Saja, sebuah lagu yang ditulis oleh Gamaliel dan Harry Budiman. Lagu berirama pop dance ini dirilis di bulan November 2011 dan langsung mendapat respon dari radio-radio. Saat diunggah ke Youtube pun, sambutan atas lagu ini juga bagus. Ini membuktikan bahwa mereka tidak hanya jago membawakan lagu-lagu orang lain, tetapi juga piawai membawakan lagu sendiri. Kemudian mereka merilis single kedua di bulan Maret 2011 berjudul Cuma Aku, sebuah project solo Gamaliel. Lagu bergenre R&B ini menampilkan kefasihannya dalam memainkan nada dengan lick yang khas serta penghayatan yang total.


ALBUM SOLO
Pembuktian akan keseriusan GAC dalam bermusik terwujud dari dirilisnya album solo mereka berjudul nama mereka sendiri pada Juni 2012. Adalah Harry Budiman yang bertindak sebagai produser, music director, composer, serta vocal director. Ia didukung oleh Kamga Tangga dan Johandy Jahja yang bertindak sebagai penulis lirik lagu. Gamaliel sendiri juga terlibat dalam aransemen vocal.

“Album ini mengangkat warna musik yang variatif, mulai dari pop, dance, reggae, R&B. Yang pasti tidak jauh dari warna musik urban. Tetapi yang uniknya adalah GAC tampil dalam pesona yang berbeda-beda. Ada saatnya mereka tampil trio, dilain lagu tampil berduet, dan masing-masing dari kami juga unjuk diri tampil solo,” jelas Gamaliel, yang diiyakan oleh Audrey dan Cantika.

“GAC ini adalah proyek yang menarik. Saya sangat salut dengan musikalitas dari masing-masing personilnya. Setiap individu mempunyai potensi yang kuat dan menarik untuk dieksplorasi. Ini yang membuat album GAC adalah sajian komplit musik dengan cita rasa yang beragam. Dan ketika ditampilkan dalam pertunjukan musik, akan menghasilkan tontontan yang apik,” kata Harry Budiman, musisi yang juga memproduseri grup Tangga.

Sementara itu Audrey dan Cantika tampil berduet melalui Akuilah Aku. Lagu ini dikemas dalam balutan musik pop – R&B.  Dua remaja multi talenta ini mengaku mempunyai pengalaman unik seputar rekaman lagu ini.

“Pertama kali mempelajari lagu ini agak susah. Lagunya tentang cewek yang menuntut cowoknya untuk mengakui hubungan mereka berdua. Jujur, kita berdua belum pernah ngalamin, dan amit-amit jangan sampai deh,” kata Cantika sambil tertawa. “Tapi untunglah setelah workshop dan diarahkan oleh Mas Harry dan Kamga, akhirnya kita berdua mendapatkan chemistry dengan lagu ini, dan berhasil membawakannya dengan baik,” tambah Audrey.

Sementara Audrey tampil apik membawakan lagu R&B bertitel Tiada Maaf, ciptaan dari Tere dan Fia. Disini terlihat kelihaiannya dalam memainkan olah vokalnya dalam melodi yang cantik ala Rihanna-esque.
Cantika lain lagi daya tariknya. Genre musik jazz cocok dengan warna vokalnya. Maka Harry Budiman secara cerdik menyiapkan lagu bertajuk Parampam, sebuah nomor bossanova ringan yang dipadukan dengan beat elektronik. Suara empuk Cantik terasa mengalir dalam petikan gitar akustik, menghasilkan lagu dengan mood yang rileks. Cocok dinikmati di sore hari dengan ditemani oleh secangkir kopi.

Total 10 lagu di album ini dipastikan akan membuat siapapun yang mendengarnya jatuh cinta. Ada lagu Bersedia ( GAC ) yang dibesut dalam musik pop reggae yang fun. Kemudian Bilang Cinta (GAC) bernomor R&B / dance yang liriknya tentang sweet love. Ada juga lagu ballad berjudul Berserah ( Gamaliel, Audrey ), yang bertutur tentang indahnya hidup ketika semuanya dijalani dengan cara berserah sepenuhnya kepada Tuhan. Dalam musik bertempo medium ballad, mereka bertiga kembali tampil dalam Kesalahan Yang Terindah ( GAC ), dimana openingnya ear catching karena ada vocalizing dengan beat yang dinamis. Sebagai penutup adalah nomor menarik dari Gamaliel dan Audrey dalam Jangan

Parkir ( The Op Op Song ). Lagu ini diciptakan oleh mereka berdua setelah melihat bagaimana cara orang memberikan aba-aba saat parkir kendaraan. Inilah yang menginspirasi mereka menulis lagu ini, dimana ada selipan kata “jangan parkir dihatiku.” Dalam lagu dance techno rap ini, terdengar kefasihan mereka berdua dalam merapalkan lirik lagu dalam tempo cepat.

GAC memang tidak dipungkiri lahir dari kemudahan fasilitas digital. Tetapi menurut mereka semua itu adalah sekedar sarana. Tanpa passion yang besar di musik juga ketekunan mereka dalam bereksplorasi, mereka tidak yakin akan bertahan lama di dunia entertainment. Gamaliel Tapiheru  yang lahir pada 9 Oktober 1990 dan Audrey Tapiheru yang lahir pada 26 Juli 1993 dibesarkan ditengah keluarga yang mencintai seni musik. Lahir dari Ayah berdarah Ambon Rote dan Ibu berdarah Jawa Manado, kakak beradik ini rajin mengulik gitar, mencoba membawakan lagu-lagu yang tengah populer.

Gamal saat ini kuliah di Universitas Multimedia Nusantara jurusan Design Komunikasi Visual. Bidang studinya itu sangat membantunya dalam membuat video-video sendiri untuk diunggah ke Youtube. Sementara itu sang adik, Audrey saat ini kuliah di universitas yang sama di jurusan Akuntansi.

Akan halnya Cantika. Gadis kelahiran 12 Juli 1993 ini sekarang duduk di Universitas Pelita Harapan jurusan Seni Musik. Kiprah kakek dan ibunya yaitu Chris Pattikawa dan Jean Pattikawa banyak memberikan pengaruh bermusik kepadanya. Mereka bertiga mengemari musik yang sama, dan lagu-lagu dari Chris Brown, Neo, Beyonce, Rihanna, dan artis-artis R&B.

Bagi GAC Troops ( sebutan untuk penggemar GAC ), apapun talenta maupun passion yang dimiliki, jangan ragu untuk mengekspresikannya dan terus konsisten mewujudkannya.

@GAC_music  |  @gamal1990  |  @TapiheruAudrey  |  @AbigailCantika
Media Coordinator : Anita Fauziah +62817775598
Booking Agent : Michael +62816760876
Sony Music : Debby +6281510517576
Jakarta - Indonesia


Untuk informasi lebih lanjut hubungi:
Telp : +6221-3901268
@SonyMusicID
Last update : Juni  2012

Fwd form :
Nabil Taufik
Local Repertoire, Marketing Manager
SONY MUSIC ENTERTAINMENT INDONESIA
ph : +62 21 3901268 | Fax : +62 21 3192 5739 | m : +62 838 890 2910

Link :
http://www.youtube.com/watch?v=3sfIOrPd6yw&feature=channel&list=UL