Sabtu, 15 Juni 2013

HIMstage : Acoustic in love ( Margareth )


Gadis cantik dengan olah vokal yang merdu manja nan seksi ini menyita perhatian publik ketika berkolaborasi dengan Rio Febrian, menembangkan lagu cinta bertajuk “Kharisma Cinta.” Lagu yang dulu dipopulerkan oleh Broery Marantika dan Dewi Yull ini tampil dalam versi modern dan mendapat sambutan hangat dari pecinta musik Indonesia.
 
Di dunia hiburan, Margareth sudah berkecimpung lama. Gadis kelahiran 18 Januari 1991 yang bernama lengkap Margareth Uliasih Debora Siagian ini sudah mengikuti festival menyanyi sejak kanak-kanak. Lebih dari 300 piala memenuhi rumahnya. Gadis berdarah Batak Manado ini sempat merilis album daerah saat usianya belia. Namun namanya baru dikenal luas di tingkat nasional ketika menjadi juara ke-2 ajang pencarian bakat yang digelar oleh sebuah stasiun TV pada tahun 2007. Setelah itu ia sempat membentuk project bernama  D’CHIC dalam format duo dan merilis single berjudul Cemburu.
 
Kini suara penyanyi usia 22 tahun yang empuk, ringan, seksi dan cepat akrab melekat di telinga pendengar ini sekarang dapat dinikmati melalui album solonya yang bertajuk : Acoustic In Love. Album ini mengangkat 12 lagu daur ulang masterpiece dari Tonny Koeswoyo, yang dinyanyikan oleh Margareth dengan aransemen modern, jazzy, dan suasana rileks. 
 
Rekaman Kilat
 
”Puji Tuhan, setelah menanti sekian lama, akhirnya aku dapat mewujudkan impian merilis album solo. Dan penantian ini tidak sia-sia, karena aku dipercaya oleh Sony Music untuk membawakan karya-karya besar dari seorang maestro, Tonny Koeswoyo. Album ini terealisasi juga tak lepas dari dukungan dari para penggemarku, Margieholic, ”ungkap Margareth.
 
Ia mengaku punya pengalaman menarik saat rekaman. Hanya membutuhkan waktu 2,5 jam baginya untuk menyelesaikan rekaman sebanyak 12 lagu, tanpa ada pengulangan. Rekor rekaman kilat itu tentu saja membuat label rekamannya terkaget-kaget.
 
”Margareth itu punya talenta besar. Dengan kualitas suaranya, sangat sesuai untuk mengangkat kembali dan memberikan warna baru pada hit-hit klasik Indonesia seperti karya Tonny Koeswoyo, ” kata Jan N Djuhana selaku produser album Acoustic In Love ini.
 
Meskipun lagu-lagu yang dibawakan itu jauh dari masa eranya, tetapi Margareth sudah mengenal lagu-lagu karya Tonny Koeswoyo tersebut ketika masih kecil. Menurutnya lagu-lagu tersebut puitis, sederhana, tetapi langsung mengena di hati. Tak heran jika ia dengan mudah memberikan penghayatan saat menyanyikannya.
 
”Dulu punya tetangga yang hobi menyanyikan lagu Manis Dan Sayang, sampai akhirnya aku hapal liriknya. Kemudian lagu Bis Sekolah itu adalah salah satu lagu favoritku yang sering kubawakan kalau ikutan lomba menyanyi. Sedangkan lagu Andaikan Kau Datang adalah lagu yang kubawakan saat grand final Mama Mia dan membuatku terpilih sebagai runner up,” jelasnya lagi.
 
Sesuai dengan albumnya, penampilan Margareth pun berubah, dengan dandanan klasik ala retro dan vintage. Baju yang simple namun elegan, dan lipstick merah menyala kini menjadi  fashion statementnya.
 
Sebagai single unggulan pertama adalah lagu berjudul Manis Dan Sayang, yang kini sudah diputar di radio-radio. Lagu-lagu lain yang dapat dinikmati, antara lain Andaikan Kau Datang, Oh-La-La, Pagi Yang Indah, dan Kapan-Kapan.
 
”Konsep album Acoustic In Love ini kuat. Kehadirannya diharapkan bisa menjadi pengobat rindu bagi generasi terdahulu untuk bernostalgia dengan lagu-lagu di masanya. Sementara dengan aransemen yang modern serta penampilan menarik dari Margareth sendiri, menjadi daya tarik bagi anak-anak muda sekarang untuk mengenal dan mencintai karya musisi Indonesia yang pernah berjaya,” jelas Toto Widjojo, Managing Director Sony Music Entertainment Indonesia.
 
 
Untuk informasi lebih lanjut :
Sundari Mardjuki – Marcomm Manager  Sony Music
@SonyMusicID
 
SONY MUSIC ENTERTAINMENT INDONESIA
ph : +62 21 3901268 | Fax : +62 21 3192 5739 | m : +62 811183686
Artist Management Booking : artistrelation.jakarta@sonymusic.com  
+6221 391 3883

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar