Sabtu, 30 Juli 2011

HIMstage : Laguku duniaku ( Kiesha Alvaro )


Kiesha Alvaro yang mana adalah putra dari sang superstar Pasha UNGU ingin sekali mengikuti jejak dari sosok ayahnya untuk terjun di belantika musik Indonesia. My Music Records adalah sebagai label records dan management dari Kiesha Alvaro melihat bakat bernyanyinya dari Kiesha Alvaro yang pada waktu itu baru berumur 5 tahun. Dan “Emang Betul” adalah debut yang kita percaya sebagai single pertama dari Kiesha Alvaro yang ternyata banyak disukai oleh masyarakat luas terutama anak-anak dengan terbukti semakin banyak panggilan menyanyi dari Kiesha Alvaro diberbagai tempat.
           
Tak hanya berhenti sampai disitu saja, penggarapan mini album pun dengan cepat dilakukan. Terdiri dari 6 lagu ditambah 4 bonus track minus one. Album dengan Judul “Laguku Duniaku” terdiri dari "Emang Betul", "Peluk Cium", "Main Bola", "Asli Anak Indonesia", "Nenekku Lucu", "Jagoan Makan" yang kesemuanya sangat menggambarkan dunia anak-anak.

Abum “Laguku Duniaku” ini dilatarbelakangi oleh keadaan saat ini dimana kita sudah sangat lama tidak pernah lagi mendengar anak-anak menyanyikan lagu "Lihat Kebunku", "Bunga Nusa Indah", ataupun "Pada Hari Minggu", Lagu-lagu yang pada masa kini terkesan sebagai lagu "jadul" sengaja atau tidak telah tertinggal menjadi kenangan generasi pendahulu yang kemudian sekarang telah menjadi orangtua anak-anak. Yang mana padahal lagu-lagu "jadul" itu memiliki nilai pendidikan yang baik sekali dari berbagai segi dan para pencipta lagunya pun memiliki latar belakang kecintaan yang tinggi kepada anak-anak dimana anak-anak masa kini yang memang tidak bisa lepas dari kemajuan zaman dan globalisasi yang mana dalam banyak tayangan di televisi dikatakan bahwa anak-anak cenderung menyanyikan lagu-lagu untuk orang dewasa yang sudah barang tentu tidak sesuai dengan keperluan jiwa mereka.
           
Dengan diluncurkannya album Kiesha Alvaro "Laguku Duniaku" yang berisikan 6 lagu anak-anak yang sesuai dengan dunia dan kesukaan mereka yang merupakan buah karya dan kepedulian dari My Music dan didistribusikan Sony Music ini diharapkan dapat mengembalikan lagu-lagu anak kedunianya dan berharap akan kembalinya pencipta-pencipta lagu anak dan kembalinya dunia anak-anak dengan lagu-lagunya serta dongeng-dongeng mereka.


Warm Regards, Ichsan Sandi Mandiri
Promotion Manager - My Music Records
Kiesha Alvaro - Qiu 9 - Davinci - Wonder Boys
Jl. Caringin Barat Kav.10 Cilandak
Jakarta - 12430

Phone Office : (021) 75903206
Mobile Phone : 087 726 222 008/ 085 221 77 88 20
BB pin : 227AADEC

Sabtu, 23 Juli 2011

HIMstage : Tendangan dari langit ( Kotak )

Memiliki lagu hits, penggemar setia yang disebut kerabat kotak, dan meraih empat penghargaan dalam ajang Anugerah Musik Indonesia ( AMI Awards ) 2011 telah memacu grup band Kotak untuk terus berkarya.  Kali ini Tantri ( vocalis ), Cella ( gitaris ) dan Chua ( bassist ) meluncurkan album the repackage Energi. Album ini istimewa karena berisi empat lagu baru yang merupakan soundtrack (Ost) film berjudul Tendangan Dari Langit  yang disutradarai Hanung Bramantyo.
           
“Kami memang sedang mempersiapkan lagu-lagu baru. Namun kemudian datang tawaran dari Mas Hanung (sutradara Hanung Bramantyo) untuk membuat soundtrack film ini. Akhirnya liriknya sedikit diubah biar mendekati cerita,”  ungkap gitaris bernama panjang Mario Marsella itu.  Keempat lagu baru tersebut yaitu Ost Tendangan Dari Langit, Menembus Cahaya, Lupa Ingatan dan Apa Bisa. Dua lagu diciptakan oleh Cella dan dua lagi kolaborasi Cella dengan Pay, Dewiq, Tantri dan Chua.

Bagi Kotak menggarap ke empat soundtrack  itu cukup menantang. Karena tema film itu adalah tentang rasa cinta terhadap sepak bola Tanah Air. “ Ada rasa tanggung jawab besar untuk mengangkat sepakbola,” ucap Swasti Sabda Tantri sang vokalis. Meski demikian, Ost Tendangan Dari Langit tidaklah berisi slogan dan propaganda yang kaku. Tetap khas Kotak yang lugas dengan hentakan musik pop-rock yang membakar semangat.

Selain Soundtrack, album repackage Energi ini berisi lagu-lagu Terbang, Pelan Pelan Saja, Selalu Cinta, dan Cinta Jangan Pergi. Lagu ini sekaligus menjadi jejak Kotak sejak awal terbentuk dan telah beberapa kali merombak formasi.

Formasi awal Kotak adalah Pare (vocal), Icez (bass), Cella (gitar) dan Posan (dram). Formasi itu berubah pada  2007, saat Pare dan Icez mengundurkan diri. Sejak itu posisi vocalis diisi oleh Tantri dan bassist digantikan oleh Swasti Sabdastantri alias Chua.  Formasi kembali berubah saat Haposan Tobing alias Posan hengkang. Hingga kini posisi Posan belum tergantikan. Dan grup itu akhirnya menjadikan para penggemar Kerabat Kotak sebagai sisi keempat Kotak. Karena itu album repackage ini juga sebagai ungkapan terima kasih Kotak kepada para Kerabat Kotak yang setia mengawal grup ini hingga sampai pada posisi puncak di blantika musik Indonesia .

Album Energi Kotak meraih album terbaik versi Anugerah Planet Musik 2011 dan pada ajang AMI 2011 Kotak meraih empat piala yaitu untuk Album Terbaik, Penampil Duo/Grup Terbaik, Pencipta Lagu Terbaik untuk  lagu Pelan Pelan Saja ciptaan Pay, Dewiq dan Kotak serta Produser Album Rekaman Terbaik atas album Energi bagi Warner Music Indonesia. Sebelumnya grup ini  juga telah mencatat sejumlah prestasi membanggakan. Yakni sebagai Grup Rock Terbaik dan Album Rock Terbaik dalam ajang AMI 2009, mendapat predikat Grup Pendatang Baru terbaik versi Anugerah Planet Musik 2009 dan meraih Most Favourite Breakthrough Artist 2009 dari MTV Indonesia Awards.Belum lagi penghargaan yang diberikan oleh para provider ring back tone atas kesuksesan penjualan lagu Pelan Pelan Saja yang diunduh hingga 4 juta kali.
           
Dan atas semua itu, Tantri, Cella dan Chua tak berpuas diri. Mereka terpacu untuk terus memberikan karya yang terbaik. Itu dibuktikan dengan Ost Tendangan Dari Langit yang filmnya dibintangi  bintang sepak bola Irfan Bachdim dan Kim Kurniawan. Album Ost ini akan dirilis berbarengan dengan film pada waktu dekat ini. Sesuatu yang layak untuk dinantikan!


Kontak :
Ken Basarino a.k.a Rinno
Radio promotion executive

WARNER MUSIC INDONESIA
Jl. M.I Ridwan Rais No. 10 - 18 Jakarta 10110
Phone. 021 - 3867626
Fax.     021 - 3867606 / 3867607
Cell.     085695741296

HIMstage : Buat ibu ( Tiga Mawarnih ft. Gandan )


TIGA MAWARNIH : Franky Sadikin ( Bass ), Mudrikha Cahya. S ( gitar) & Riza Maulana ( Drum ) yang dibentuk pada 6 juli 2006, akhirnya memilih memainkan musik instrumental fusion & jazz rock . Dan mereka juga membuat genre musik tersendiri ‘Musik Inisiatif’. Bukan asal & tidak memiliki arti. Tiga Mawarnih memiliki arti yang sangat brilian. Ketika nama TRIO & nama band dengan bahasa inggris adalah nama yang sangat umum  kita dengar untuk sebuah band instrumental. Mereka bosan!!!

Akhirnya Riza mencari nama plesetan yang kira-kira mudah untuk diingat. Teringatlah nama penyanyi jazz handal Indonesia, Iga Mawarni. Dan kami menambahkan huruf T diawal & H di akhir, menjadi Tiga Mawarnih. Yang menunjukan adanya tiga mahluk jantan, berkarakter & penuh pesona didalam grup Tiga Mawarnih. Mereka menjalankan gigs demi gigs, seperti main di Java Jazz, Jak Jazz, JGTC dll  tanpa bosan membawakan lagu-lagu instrumental karya Tiga Mawarnih sendiri, layaknya band-band pada umumnya. Itulah sekilas tentang Tiga Mawarnih.

Buat Ibu.
Setelah 5 tahun menciptakan & membawakan lagu-lagu instrumental, Tiga Mawarnih mencoba membuat musik akustik yang hanya berinstrumental kan gitar, bass & vokal , yang berjudul lagu : Buat Ibu. Tiga Mawarnih mencoba menggandeng penyanyi muda berbakat bernama Gandan.
Dalam menciptakan lagu Buat Ibu, Riza (drum) salah satu personil Tiga Mawarnih, mencoba membuat musik akustik yang standard, mudah didengar & dengan tema yang jarang dipakai. Yaitu, kasih sayang terhadap orang tua, khususnya Ibu.

Di lagu "Buat Ibu", Riza mencoba mengingatkan agar, selalu waspada terhadap sikap kita sebagai anak  terhadap orang tua. Khususnya ibu. Jangan sampai kita menyesal telah mengecewakan orang tua, khususnya ibu. Jangan sampai air mata tak bisa berhenti disaat kita sudah ditinggal selama-lamanya oleh orang tua kita karena kita masih menyesalkan dosa-dosa & kesalahan-kesalahan kita terhadap orang tua, khususnya ibu. Dan satu lagi.... Surga dibawah telapak kaki ibu. Semua ini hanya, Buat Ibu.


Follow their twitter :
@TigaMawarnih @gandan

For More Info : Gilang AR - 08170005445

HIMstage : Usaha dan doa ( ShaheilaO ft. Dai Adnan )


Setelah berhasil memantapkan debutnya lewat single “Wow”, di awal bulan Juli ini ShaheilaO kembali merilis single terbaru. She -begitu cewek cantik ini sering disapa- kali ini ditemani seorang cowok ganteng bernama Dai Adnan, mereka berduet membawakan lagu pop ciptaan Bemby Noor berjudul “Usaha dan Doa”   

Single kedua ShaheilaO ini mengusung tema yang bersahaja serta langsung pada tujuan tanpa perlu berkias. Bahwa usaha dan doa adalah dua elemen penting dalam aktifitas keseharian manusia. Lagu ini sengaja mengangkat tema kejadian sehari-hari yang dinyanyikan dengan penuh kedamaian dalam dua vocal yang seimbang antara She dan Dai. Bagusnya, lagu ini dilantunkan tanpa kesan menggurui. Sederhana, sesederhana suara She yang husky dipadu alunan vokal Dai yang lembut.  
 
“Lagu ini menjelaskan kalau Tuhan Maha Berkehendak, dan manusia tidak mampu mengatur kehendak-Nya itu. Batas kemampuan manusia hanyalah usaha dan doa, kepada Tuhan segalanya dipasrahkan,” jelas Bemby Noor tentang lagu ciptaannya ini.

Thema lagu “Usaha dan Doa” yang sederhana namun bernuansa religi yang sarat pesan-pesan positif ini menjadi lengkap dan sangat istimewa karena diluncurkan bertepatan dengan bulan suci Ramadhan.
“Istimewanya lagi lagu ini walau bernuansa religi dan dirilis menjelang bulan Ramadhan, akan tetapi lirik dan syairnya sangat universal sehingga tidak hanya bisa dinikmati oleh umat Islam, tetapi juga bisa dinikmati oleh semua umat manusia manapun kapan saja,” kata ShaheilaO. 

Aransemen lagu ini dipercayakan kepada Iwan Hasan, musisi senior yang dikenal piawai dalam menangani lagu-lagu berbagai grup maupun penyanyi papan atas dari berbagai genre music. Campur tangannya sebagai music director diyakini mampu memberikan sentuhan yang disukai oleh pecinta musik tanah air.

Petikan melodi gitar Iwan Hasan pada refrein lagu yang kental dengan sentuhan slow-rock serta diracik dengan iringan string yang indah dan alunan alat music oboe menjadikan lagu ini punya kelas yang berbeda. Kehadiran backing vocal paduan suara anak-anak di refrein terakhir juga terdengar menyatu melengkapi keseluruhan tampilan lagu, sehingga lagu “Usaha dan Doa” seolah terdengar bisa dijadikan sebagai musik wajib yang bisa dinyanyikan oleh siapa saja, tanpa membedakan usia, agama, dan tidak mengenal batas waktu.

“Feel nya harus dapet banget pas nyanyiin lagu ini. Syairnya yang bernafaskan religi harus bener-bener penuh penghayatan saat menyanyikannya agar suara aku juga menyatu dengan lagu”, kesan ShaheilaO saat membawakan lagu ini. Selama proses rekaman ShaheilaO dibimbing oleh  pelatih vocal Beby Joel hingga menghasilkan suara yang terdengar matang dan berkarakter.

Sebagai pendatang baru di dunia tarik suara profesional, Dai menunjukkan kualitas dengan tidak banyak menemukan kesulitan dalam menyanyikan lagu ini. “Saya senang sekali mendapatkan kesempatan untuk berduet dengan ShaheilaO di lagu ini. Tentunya ini merupakan pengalaman yang menyenangkan dan sangat baik sebagai awal karir saya”, jelas cowok berusia 19 tahun ini yakin.

Untuk mendukung promosi lagu ini akhir Juni silam ShaheilaO dan Dai sudah menjalani shooting untuk video klip. Dengan harapan video klip besutan sutradara beken Monty Tiwa ini bisa memvisualisasikan  tema lagu secara jelas. Pengambilan gambar yang dilaksanakan di tengah-tengah lokasi perkampungan kumuh di pinggiran Jakarta ini membuat gambar menjadi lebih hidup, tak sekadar rekaan. Monty Tiwa berhasil merekam momen-momen keseharian dan sangat manusiawi dari sebuah lokasi yang mungkin tak pernah kita bayangkan. Justru dari tempat seperti itulah usaha dan doa terdengar lebih khusuk.



Kontak :
DEPIC PRODUCTION
Graha Toejoeh Empat, Jl. Wolter Monginsidi No. 15, Kebayoran Baru, Jakarta 12110, Indonesia
Telp 7220588 / Fax 7230289 / BB PIN 21DD6E3F /
Twitter @DepicProduction @shaheilaO @daiadnan
Attn : Lia Noor (hp: 081511311025, 0816999025)  

HIMstage : Gila bola – ode PSSI ( Pesta )


Industri musik dan olahraga, khususnya sepakbola ibarat belahan jiwa dalam mengisi kehidupan ini. Dengan musik dan sepakbola, sebuah negara akan menjadi bangsa yang besar. Sekitar 75% dari penduduk dunia merupakan penikmat musik dan penggila sepakbola. Begitu juga dengan tanah air yang kita cintai ini. Dengan musik dan sepakbola, Indonesia akan diperhitungkan. Namun ironisnya, belakangan ini salah satu belahan jiwa kita tersebut carut-marut kondisinya. Bahkan nasibnya bagai di ujung tanduk.

Olahraga yang kita banggakan menjadi ajang pertarungan berbagai kepentingan. Padahal, olahraga sepakbola adalah alat pemersatu anak bangsa. Hal ini tentu saja membuat hati anak bangsa miris. Dengan postulat kondisi ini, grup musik PESTA yang berformasi Ipay (vocal), Rivo (gitar), Haris (gitar), Fajri ( drum ) dan Yasta ( bass ) menetaskan karya single yang diberi judul GILA BOLA atau Ode PSSI yang diartikan sebagai Pesta Sepakbola Seluruh

Indonesia. Dan ini adalah single kedua PESTA, setelah sebelumnya merilis single berjudul "Aku Dengar Aku Tahu". "Kami berharap agar single 'Gila Bola' ini bisa diterima masyarakat melalui peran media yang ada di Indonesia. Karena akselerasi dan sinergitas antara media dan musisi diperlukan dalam sebuah karya anak bangsa, terutama pada karya musik kami ini, sehingga nantinya mendapat tempat di hati masyarakat republik ini," kata Ipay.

PESTA band memiliki cerita panjang soal pengembaraan mereka di industri musik Tanah Air. Secara resmi, Ipay membentuk PESTA di Manado, Sulawesi Utara pada tahun 2007. Saat itu, Ipay memang bekerja di sebuah stasiun televisi di Manado usai menamatkan kuliahnya di Jakarta. Sempat menelurkan sebuah album dengan hits single “Cinta Mati”, nama PESTA berkibar di wilayah Sulawesi dan Indonesia Timur. Band ini kemudian dipinang label NAGASWARA akhir tahun 2010. "Kehadiran single 'Gila Bola' sekaligus menjadi spirit dari PESTA bagi pecinta sepakbola Tanah Air, pemain sepak bola dan PSSI bahwasannya kita bisa jika kita mau," ujar Ipay semangat. (PR)


Kontak :
Rival Achmad ( Ipay Pesta )
PESTA BanD ( Nagaswara )
Management by :Andre Opa
085813650502
pin:2243F0F3

Link terkait :