Jumat, 10 Juni 2016

HIMstage : Menjadi bahagia ( The Titans )


Hidup dan kehidupan. Kausalitas yang tak terelakkan, dan terus menerus dicari oleh manusia, salah satunya melalui pendekatan filosofis. Di saat kita mengejar jawaban dengan menoleh ke belakang, namun kaki harus tetap berlari ke depan. Dan lahirlah salah satu konsep bernama idealisme. Di mana realitas adalah sekumpulan konsep dalam benak Tuhan, yang dengan baiknya memercikkannya ke dalam benak manusia pada saat yang tepat.
 
Proses pemahaman konsep idealisme tersebut memanglah tidak mudah. Seringkali kita disibukkan sendiri dalam sebuah mind place untuk menemukan jawabannya. Termasuk dengan apa yang dilakukan Andika ( kibor ), Imot ( synth ), Indra ( bas ), Oni ( gitar ), Rizki ( vokal ), dan Tomtom ( drum ) yang tergabung dalam The Titans.
 
Apa yang telah mereka lalui dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, tidak membuat mereka bak Sisifus yang ditakdirkan untuk selama-lamanya mengulangi tugas yang sia-sia: mendorong batu karang ke puncak gunung, untuk pada akhirnya batu itu bergulir jatuh kembali. Alih-alih, Band yang terbentuk sejak tahun 2007 itu menjadikan pengalamannya saat stagnan tersebut, sebagai contoh untuk bangkit dan mencoba berproses memahami konsep idealisme, lewat single baru bertajuk “Menjadi Bahagia”.
 
Dan dengan cerdasnya, konsep idealisme yang sejatinya njlimet, diterjemahkan lewat lirik yang lugas dan tegas tanpa menegasikan kedalaman maknanya. Simak saja penggalan ini, “...Saat kenyataan tak berjalan semestinya. Saat dunia memaksamu tuk menyerah, bertahanlah. Semua akan berubah...”
 
Kedewasaan berpikir The Titans tidak hanya tercermin pada lirik. Pun dari sisi musikalitas. Sound yang dipilih Andika, Indra, Oni, dan Tomtom sangatlah apik. Dipoles synth Imot yang tipis serta berpadu padan dengan brass section, menambah ambience menjadi semakin kaya dan catchy dalam sekali dengar saja.
Mereka ingin menyampaikan pesan positif pada semesta yang hidup dan menjalani kehidupan. Bahwasanya hidup tidak melulu mulus karena jalan yang ditempuh mereka yang hidup tidaklah sama. Ada jalan yang harus menaiki bukit dan menuruni lembah. Ada jalan setapak yang di ujungnya tetiba sirna di tengah lebatnya hutan. Bahkan di jalan yang lurus sekalipun, kemulusan bukanlah sebuah keniscayaan.
 
“Jalannya memang beda-beda. Dan juga benturannya juga beda-beda. Di saat itu, kondisi orang biasanya lagi di bawah. Dan hanya semangat yang membuat mereka tidak larut di situ. Makanya kami coba kasih support lewat single ini. Katakanlah, theme song buat mereka biar pelan-pelan bisa bangkit,” kata Rizki menjelaskan.
 
Percayalah, kebahagiaan adalah hasil dari sebuah penantian panjang penuh benturan. Seperti The Titans tulis dalam single ini, “...Pasti ada satu alasan di balik semua lelah yang kau rasa, Tuhan beri kemudahan di segala kesulitan. Percayalah, semua duka ini akan berakhir...”*** VIVA MUSIK INDONESIA
 
Grab Us At Our Media :
 
 
The Titans Management
Ignatius Acil : 0812 803838 02  
CP : Acil : 0812 80383802   |   @AndreOPA @ALI_SAID75 @buddy_gunawan
 
Supporting Team Media Promo.
Twitter : @aekaputra
Mobile: 087885113297
 
Video Lirik : 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar