Jumat, 29 Juni 2012

HIMstage : Yang kau cinta ( Mantra )

Pada dasarnya cinta itu butuh sanjungan yang tiada batasnya. Walaupun terkadang menyesakkan palung hati, tetap saja sosok tak berwujud itu memberikan pengaruh yang luar biasa terhadap setiap pemilik rasa.

Dan karena cinta itu pula akhirnya tiga anak muda yang tergabung dalam proyek musikal bernama MANTRA, kembali melangkah dengan rasa optimis yang tinggi di scene musik lokal. Loh kok, kembali? Yup, band yang digawangi oleh Arthur ( vocal ), Rully ( gitar ) dan Jezzy ( bas ) ini bisa dibilang musisi muda yang pernah mencicipi hiruk pikuknya industri musik beberapa waktu lalu. Jadi mereka bukan tabu dalam hal ini. Namun bersama MANTRA, mereka ingin menegaskan bahwa musik adalah bagian hidupnya. Itu sebabnya mereka kembali dengan tampilan yang baru.

Bermodalkan sejumlah track dengan latar puja puji-nya cinta, MANTRA membalutnya dengan harmoni yang manis ketika tertambat dihati. Yang pertama, tentu saja nomor dengan judul Cinta Yang Tersisa. Lagu yang juga didukung oleh Eren ini, menjadi pilihan awal untuk melangkah. Berdurasi 4 menit 10 detik, lagu ini ditopang oleh unsur string section yang dominan. Konon katanya liriknya cukup dramatis.

“Karena kekuatan cinta, rasanya pisah itu jadi kata yang sulit diungkap. Sesakit apapun proses hubungan yang dihadapi, dia nggak akan mau jauh dari pasangannya. Lagu ini punya nuansa balada yang cukup kental. Lead-lead yang muncul memberikan nilai dramatis lagu ini,” ungkap Rully, gitaris yang meracik single tersebut.

Lewat single tersebut, Pop memang menjadi pilihan MANTRA untuk melangkah di scene musik. Namun, genre pop yang dibesutnya cenderung dominan dengan nuansa-nuansa balada dan notasi-notasi yang catchy. Coba bergeser ke nomor Haruskah. Berlatar pada cerita cinta yang galau, lagu ini coba mempermainkan emosi penikmat lewat balutan suara keyboard, efek distorsi serta perpindahan notasi yang asik. “Ini lagu soal plin plannya seseorang untuk mengambil keputusan akan cinta,” kata Arthur, vokalis yang cukup dominan merangkai lirik-lirik di album debutnya. 

Dengan beat yang medium, lagu berjudul Ku Bukan Dia hadir dalam nuansa yang asik buat bergoyang. Lagu tersebut, sebenarnya tak jauh berbeda dengan nomor Jangan Kembali. Namun, reff di lagu Jangan Kembali memiliki hook yang deep buat penikmatnya.  “Keduanya juga bicara cinta. Namun kedua lagu ini lebih kepada penegasan dari sebuah komitmen. Karena cinta nggak bisa dengan mudah dikotori dengan sikap yang tak terpuji,” papar Rully.

Puja puji, sanjungan, penegasan masih berlanjut pada nomor-nomor yang mereka hembuskan di album Yang Kau Cinta. Seperti lagu Kau, Melepasmu, Cinta Sembunyi dan Kekasih Yang Dulu. Intinya, bahwa cinta lah yang memberikan inspirasi MANTRA dalam berkarya. “Kita merasa bahwa cinta lah yang bisa menggugah setiap isi perasaan. Termasuk MANTRA. Semua lagu-lagu kita dilandasi cinta yang pernah kita perankan. Bahkan sampai saat ini, cinta menjadi inspirasi kita,” jelas Rully.

Didukung maksimal oleh musisi beken Andy Bayou, MANTRA berharap konsep musikal yang dihembuskannya bisa mempengaruhi banyak penikmat musik. Seperti Mantra yang secara arti dianggap sebagai kumpulan kata yang bisa mempengaruhi secara spiritual. MANTRA pun ingin memberikan pengaruh positif secara musikal khusus kata-kata cinta yang dirangkai dengan sangat manis.

“Seperti Mantra, kami ingin memberikan pengaruh yang positif melalui getaran suara yang menghanyutkan. Dan kita ingin memberikan alternatif dalam kemajemukan industri musik Indonesia,” tutup Arthur.   


Ken Basarino a.k.a Rinno | @Kenbasarino
Radio Promotion Warner Music Indonesia
M : 081298223687 / 085695741296 / 2213FA0C

Phone : 021 – 3867626 |  Fax : 021 - 3867607
Gd. Alia Lt. 6 Jl. MI Ridwan Rais No. 10 - 18 Jakarta Pusat 10110

Tidak ada komentar:

Posting Komentar