Minggu, 31 Maret 2013

HIMstage : Permaisuriku ( Jamaica Cafe )

 
Jamaica Café adalah sebuah grup acapella dari Indonesia yang beranggotakan 5 orang: Michael, Anton, Bayu, Iko dan Tito. Terbentuk pada tahun 1991, grup ini bermula dari konsep “tongkrongan” sekelompok siswa SMA Kolese Gonzaga. Sejak 1996, Jamaica Café sudah melakukan penampilan rutin di beberapa kafe, stasiun tv dan acara-acara khusus di berbagai kota di Indonesia.
 
 
Sedangkan untuk pengalaman internasional, debut Jamaica Cafe dilakukan pada acara konsernya di Esplanade Concert Hall Singapore pada bulan Februari 2005, dan pada Desember 2005 melakukan konser tunggal di Recital Studio Esplanade Singapore. Disusul Juli 2007 mereka kembali show di singapura dalam acara "Singapore Acappella Festival" dan melakukan "klinik" teknik a cappella di beberapa sekolah di singapura. Di Januari 2012 mereka kembali tampil di Esplanade Theatre Singapore http://www.esplanade.com/whats_on/programme_info/keroncong_gala/index.jsp

Sebagai catatan, Jamaica Café dengan ciri khas “musik ramah lingkungan”nya, ditunjuk oleh World Wildlife Fund (WWF) Indonesia sebagai Supporter Kehormatan untuk mendukung program – program kampanye mereka dari tahun 2006.
 
Setelah lebih dari 10 tahun melakukan penampilan di dunia panggung, pada tahun 2004, Jamaica Café memproduksi sendiri album perdananya yang bertitel “Musik Mulut”. Album ini merupakan sebuah karya baru di blantika musik Indonesia yang diproduksi tanpa menggunakan alat musik sama sekali, selain hanya mengandalkan suara-suara dari mulut. Dan ini dibuktikan dengan diperolehnya penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI), dengan kategori “Pemrakarsa Album Rekaman Tanpa Alat Musik” (Musik Mulut) Pertama Di Indonesia”.
 
Vakum dari industri musik rekaman Indonesia selama 8 tahun, akhirnya pada Desember 2012 Jamaica Café merilis album kedua yg diberi judul TWENTY ONE, bermaterikan 9 lagu. Judul TWENTY ONE sendiri merujuk pada usia Jamaica Café yang sudah menginjak 21 tahun.
 
21 tahun malang melintang di dunia panggung hiburan tidak menyurutkan semangat dari para personil Jamaica Café untuk tetap mengusung genre musik acappella, di tengah hiruk pikuk industri panggung & rekaman Indonesia yang banyak dipengaruhi unsur pop melayu, K-Pop, boy band, yang secara industri  lebih komersil.
 
Sedikit berbeda dari album pertama, album ini lebih menonjolkan sisi lembut dari para personilnya. Album ini lebih bermuatan cinta.
 
Pada lagu MENANTIMU, Anton salah satu pendiri Jamaica Café, bercerita tentang bagaimana dia tidak bisa melupakan kekasih hatinya yang bekerja di luar negeri. Michael, bercerita tentang kegalauan dan sang mantan yang selalu berbekas dalam kehidupannya, pada lagu KISAH BERAKHIR & PUTUS SAJA. Iko, melalui karyanya berjudul KARENA DIA menceritakan tentang rasa syukur kepada Tuhan karena telah mempertemukan tambatan hatinya.
 
Pada album ini juga Jamaica Café mengajak Carlo Saba, salah satu personil grup KAHITNA, untuk berpartisipasi menyumbangkan sebuah lagu ciptaannya yang berjudul PERMAISURIKU. Khusus untuk lagu HIJAUKAN BUMIKU, di lagu ini tetap bercerita tentang cinta. tetapi bukan cerita cinta sesama manusia, melainkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan.
 
Oleh karena listrik yang digunakan dalam proses rekaman album TWENTY ONE ini lebih sedikit (hanya rekaman vocal) dan material kemasan CD yang tidak menggunakan bahan plastik ( degradable ) Jamaica Café berani menyatakan bahwa album ini adalah album ramah lingkungan.
 
Untuk detail info tentang Jamaica Cafe,  silahkan cek link :
Manager of Jamaica Cafe : Henry A. Bangun ( @henrybangun )
 
Youtube Channel :
Jamaica Café Video Klip album Musik Mulut, Hari Yang Indah & Terajana
 
Jamaica Café Live at @america
 
 
Kontak :
Anugerah Sartika D. ( @ughatattoo )
Media Representative Officer ( Radio )
PT. Lockermedia Creativa
Jln. KPBD A7 Sukabumi Selatan Kebon Jeruk
Jakarta Barat
Tlp / Fax 021 - 5481632
08194154821 / 22c11ed6

Tidak ada komentar:

Posting Komentar